Dugaan Pemerasan Polisi Kepada Turis Jepang Saat Razia di Bali

kaltarabicara.pikiran-rakyat.com

Warnabiru.com -  Menyusul viralnya video polisi yang diduga memeras turis Jepang saat di Bali.Pihak Polres Jembrana sudah mengusutnya.

Kejadian ini benarkan oleh Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa dalam pernyataannya. "Saat ini kita ambil keterangan dua orang,"

"Langsung tadi padi saya dapat informasi jam lima, saya perintahkan Kasi Propam panggil. Yang bersangkutan saat ini sudah mutasi dari Polsek ke Polres dalam rangka pemeriksaan," ucap AKBP Ketut Gede Adi Wibawa.

Saat dilakukan pemeriksaan kedua polisi yang berpangkat Aipda dan Bripka itu mengakui kesalahannya. "Ini masih kita dalami dan yang jelas dia sudah mengakui, Bahwa dia melakukan cuma untuk apanya kita masih dalam pemeriksaan," ucap AKBP Ketut Gede Adi Wibawa.

Terkait perilaku oknum kedua polisi itu secara tegas AKBP Ketut Gede Adi Wibawa menegaskan bahwa perbuatan itu salah. "Tidak dibenarkan dan kita akan tindak tegas sesuai dengan aturan yang ada. Iya nanti kita lihat dulu kesalahannya seperti apa," tegas AKBP Ketut Gede Adi Wibawa.

Kasus ini berawal dari jagat media sosial dihebohkan dengan video oknum polisi yang diduga melakukan pemerasan terhadap turis Jepang di Jembrana, Bali. Dalam video yang terjadi di tahun 2019 itu sebenarnya sudah diupload di Youtobe pada 30 Desember 2019.

Dari video yang diupload di akun bernama Style Kenji itu terlihat seorang polisi memberhentikan turis jepang yang mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi DK 3762 FO.

Turis Jepang yang hendak menuju kawasan wisata Pantai Medewi itu sebenarnya surat - surat kendaraan sudah lengkap. Namun karena karena lampu bagian motor tidak menyala dia dikenai denda atau pinalti. Hal itu diketahui dari ucapan polisi dalam video tersebut.

"SIM dan STNK tidak ada masalah," tutur polisi menggunakan bahasa Inggris.
Sebelumnya turis mengeluarkan Rp 100.000,00 namun ditolak polisi. Hingga akhirnya turis Jepang itu memberikan Rp 900.000,00. Kemudian turis Jepang itu melanjutkan perjalanan.

Perilaku polisi tersebut ternyata direkam diam - diam oleh turis Jepang itu. Akhirnya video yang berdurasi 3 menit 16 detik itu viral di Youtobe.