Dikabarkan Meninggal Dunia, M Nuh Justru Bersyukur Jadi Pengingat

Sedang Populer

Surabaya – Mantan Mendiknas Prof. Mohammad Nuh, DEA, Jumat (4/3) dikabarkan meninggal dunia lewat jejaring grup Whatsapp.

“Innalillahi wa innailaihi raji’un, turut berdukacita atas wafatnya bapak Ir. Moh.Nuh, DEA (Mantan Mendiknas) tadi pagi di RS Persahabatan jam 05.10 WIB , semoga diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, diberikan tempat terbaik disisiNya, aamiin allahumma aamiin,” isi pesan berantai yang beredar.

Laman NU Online menuliskan jika informasi mendadak itu ditanggapi dengan nada tanda tanya oleh banyak pihak, terutama di lingkungan NU. Beruntung, tak lama kemudian ada berita klarifikasi bahwa M Nuh dalam kondisi sehat wal afiat.

[quads id=8]

“Hoaxs. Pak Nuh ada di Surabaya dan dalam kondisi sehat wal’afiat,” kata Sukemi, Kepala Humas Universitas NU Surabaya (Unusa), perguruan tinggi di bawah Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) dimana M Nuh tercatat sebagai ketuanya, dikonfirmasi NU Online soal kabar mengejutkan itu.

Bahkan, Sukemi juga mengirimkan foto Pak Nuh yang tengah mengaji Al-Qur’an sambil memangku cucunya, menunjukkan bahwa mantan Mendiknas itu betul-betul dalam kondisi sehat.

“Ini Pak Nuh ngaji bersama cucunya semalam,” terang Sukemi.

Lebih lanjut diungkapkan Sukemi lewat laman Basra Kumparan, pada hari Jum’at juga, M Nuh akan meninjau proses pembangunan gedung Yarsis.

“Yarsis akan membangun gedung baru 12 lantai, karenanya gedung lama akan dibongkar. Beliau menyaksikan pembongkaran gedung lama itu,” tandas Sukaemi.

Bahkan, aktivitas terus bergulir pada hari Sabtu (5/3), dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke Jakarta.

[quads id=8]

“Insyaallah Sabtu langsung ke Jakarta,” imbuhnya.

Menanggapi kabar hoax, M Nuh ketika dikonfirmasi mengaku bersyukur. Pasalnya, hal tersebut dianggapny sebagai pengingat.
“Itu menjadi pengingat, toh semuanya akan meninggal dunia, tinggal urutannya saja,” ujar M Nuh, Jumat (4/3).

BACA JUGA:  Lewati Puncak Bulan Februari, Grafik Covid-19 Jawa Timur Terus Turun

Pria yang juga menjabat Ketua Dewan Pers tersebut kembali menyebutnya sebagai pengingat agar mencari modal dan bekal untuk kehidupan selanjutnya.

Bahkan Ia sendiri menerima pesan yang mengabarkan dirinya meninggal dunia, pada Jumat (4/3) pukul 07.00 WIB dari sahabatnya.

“Yang penting itu apa modal dan bekal yang sudah disiapkan. Alhamdulillah, ada yang mengingatkan, tinggal sekarang mengumpulkan sangu (bekal) kebaikan,” tambahnya.

Rais PB NU itu kembali mengingatkan masyarakat untuk perlu memilah dan memilih berita di media sosial agar tidak mudah terpengaruh isu.

“Pelajaran yang paling penting adalah tidak semua yang diberitakan media sosial itu sahih, maka perlu tabayun untuk mengonfirmasi berita,” pungkasnya.

[quads id=8]

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer