3 Bulan Tanam Tomat, Kelompok Tani Alam Salju, Raup Hasil 350 Juta Rupiah

Sedang Populer

Warnabiru.com – Kelompok Tani Alam Salju kurun waktu 3 bulan menanam tomat bisa menghasilkan pundi pundi rupiah sebanyak 350 juta rupiah.

Kelompok Tani Alam Salju namanya, berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Km 6 Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat (25/02) baru saja melakukan panen.

Selain dihadiri Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Halikinnor, nampak saat itu turut mendampingi, Wakil Bupati Irawati, Sekretaris Daerah Fajrurrahman, Kepala Dinas Pertanian Sepnita, Camat Mentawa Baru Ketapang Edy Hidayat serta Lurah Pasir Putih Rudi Setiawan.

[quads id=8]

Suprianto salah seorang petani berujar lahan tempat mereka menanam tomat bukan milik mereka melainkan kepunyaan warga tionghoa yang saat ini tinggal di Jakarta.

Karena diamanti, disuruh menjagakan tanah serta bangunan walet miliknya. Ketimbang lahan tersebut nganggur, Ia minta izin untuk memanfaatkan lahan agar bisa menghasilkan sesuatu .

“Daripada lahan tidak dipakai apa apa untuk dimanfaatkan untuk sesuatu hal. Saya minta izin untuk di tanami dan Alhamdulillah diperbolehkan, awalnya saya hanya menanam sebanyak 6.000 pohon dengan biaya Rp 96 juta dan hasil produksinya mencapai 35 ton dalam tiga bulan,” ucap Suprianto.

Dikatakan pula luas lahan untuk menanam tomat sekitar 3,4 hektar hingga bisa menghasilkan 35 ton tomat. Ketika di jual ke pembeli dengan harga Rp.10.000 per kilogramnya, dan hasilnya bisa mencapai Rp.350 juta.

“Alhamdulillah sekali panen tomat kita bisa menghasikan Rp 350 juta, itu kalau harga kita jual Rp 10.000 ke pembeli, karena tergantung harga pasar, kalau lebih ya lebih juga hasilnya, selain tomat kita juga ada menanam timun dan cabe,” tutupnya.

“Jujur saya kaget dengan penghasilan kelompok tani Alam Salju dengan menanam tomat selama tiga bulan bisa menghasilkan Rp 350 juta. Kalau setahun bisa tiga kali panen, berarti lebih besar dari gaji bupati dan wakil bupati, ini sangat luar biasa,” papar Bupati Halikin usai ikut melakukan penen tomat seperti dilansir dari laman infopublik.

BACA JUGA:  Covid-19 Melandai, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya: Tatap Muka Tetap 25 Persen

Sebagai pimpinan daerah, Ia mengaku sangat bangga dengan hasil kerja keras mereka sehingga bisa mendorong masyarakat lainnya untuk mecintai serta menggeluti dunia pertanian. Sehingga tidak hanya berpikiran untuk menjadi pegawai pemerintah semata yang pendapatannya kalau tenaga kontrak sekitar Rp2 juta per bulan.

“Makanya jangan anggap remeh petani. Keberhasilan ini harus bisa jadi contoh khususnya kawula muda, terutama yang tidak kuliah, jangan hanya berpikir kerja di luar kota, atau ingin jadi pegawai pemerintahan yang gajinya cuma tidak seberapa, jadilah petani yang kreatif dan inovatif, Karena menjadi petani juga bisa kaya raya,” tambah Halikin.

Hal yang melandasi pernyataan tersebut karena Kabupaten Kotim punya potensi luar biasa. Banyak lahan-lahan tidur, sebenarnya bisa digarap untuk pertanian, bahkan di tengah kota masih banyak tanah kosong yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami berbagai jenis komoditas seperti tomat, cabe, maupun sayuran lainnya.

[quads id=8]

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer