WHO Peringatkan Negara Yang Mencoba Longgarkan Lockdown

Sedang Populer

Warnabiru.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan pada hari rabu (6/5/20) bahwa sebagian negara yang mencoba longgarkan lockdown dari upaya menghentikan penyebaran Covid-19 harus dilakukan dengan “sangat hati-hati” atau beresiko terjadi peningkatan super cepat dalam kasus baru.

Direktur Jenderal WHO, Tedros mengatakan negara-negara harus memiliki langkah yang memadai untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 seperti sistem pelacakan dan penyediaan karantina.

“Resiko untuk melakukan lockdown kedua tetap sangat nyata jika negara-negara tidak mengelola masa pelonggaran dengan sangat hati-hati dan dalam pendekatan bertahap,” kata Tedros saat rapat virtual di jenewa.

Ahli epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove juga sangat mengkhawatirkan tentang penyakit sistem pernafasan ini, yang telah menginfeksi lebih dari 3,7 juta orang diseluruh penjuru dunia, dan menewaskan lebih dari 258 ribu nyawa.

“Jika penerapan lockdown diangkat terlalu cepat, virus bisa lepas landas,” ujarnya saat rapat.

Lockdown menjadi tidak populer

Penerapan lockdown yang telah dilakukan pemerintah semakin menjadi tidak populer, karena menyebabkan banyak negara mengalami peningkatan jumlah pengangguran dan roda perekonomian terhenti.

Ekonomi zona eropa akan terkontraksi 7,7% tahun ini akibat dari masa pandemi, sementara itu pengusaha swasta Amerika Serikat setidaknya telah memecat lebih dari 20 juta pekerja bulan lalu karena bisnis telah menutup pintu mereka.

Beberapa negara seperti Jerman, Spanyol, dan Italia telah berusaha untuk melonggarkan lockdown. Tindakan lebih berani juga dilakukan oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat itu telah memutuskan untuk fokus membuka kembali negara tersebut.

Berbagai otoritas sepakbola juga mulai untuk mempertimbangkan bagaimana mereka dapat menyelamatkan kompetisi yang terputus. Salah satunya, Bundesliga jerman sudah mendapatkan izin untuk melanjutkan kompetisi akhir bulan ini.

BACA JUGA:  79,99% Pasien Covid-19 Di Surabaya Merupakan Usia Produktif

Salah satu petinggi WHO, Mike Ryan menyatakan bahwa semua keputusan diserahkan sepenuhnya pada pemerintah dan federasi terkait guna memutuskan bagaimana dan kapan kompetisi bisa dilanjutkan kembali.

BACA :WHO Mengatakan ‘Pandemi Jauh Dari Selesai’ , Mengkhawatirkan Anak Kecil

Tedros, yang mendapat banyak kecaman terutama dari pemerintahan trump atas penanganan wabahnya, mengatakan bahwa ia akan melakukan penilaian terhadap tindakan WHO ketika wabah telah surut.

“Ketika api berkobar, saya berpikir fokus kami tidak boleh terbagi,” kata Tedros.

Tedros juga membela catatan peringatan WHO tentang potensi penularan virus corona dari manusia ke manusia, dengan mengatakan bahwa informasi telah diberitakan di pertengahan januari.

Organisasi yang bermarkas di jenewa itu dituduh “bias china” oleh donatur utama AS, yang pada akhirnya mereka memutuskan untuk memotong dana untuk organisasi tersebut.

BACA : Inggris Peringkat Kedua di Eropa, Korban Meninggal Covid-19 Mencapai 26 Ribu Jiwa

Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo memperbarui kecamannya terhadap tiongkok pada hari rabu, yang kemudian menyalahkan tindakan tiongkok atas kematian yang disebabkan oleh wabah virus corona dan menuntut Beijing agar memberikan informasi nyata tentang wabah itu.

WHO (yang sedang mempersiapkan misi lain ke china untuk menemukan asal hewan dari virus itu) memperlakukan negara itu tidak berbeda dengan 194 anggotanya, kata Tedros.

“Aturan yang kita punya di WHO dan dan badan PBB lainnya, adalah ketika setiap negara anggota yang melapor maka kami akan menginformasikan apa adanya,” kata Tedros.

“Yang penting adalah pedoman kami sebelum, selama, dan setelah 14 januari, termasuk kemungkinan penularan dari manusia ke manusia yang membantu negara-negara agar bersiap,ini adalah seluruh kebenaran,” pungkas Tedros.

 

BACA JUGA:  Tersangka Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soetta Ditangkap

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer