Tiktok Tidak Jadi Diblokir di Amerika Serikat

Sedang Populer

hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Warnabiru.com – Pengguna Tiktok di Amerika Serikat akhirnya dapat bernafas lega. Pasalnya Tiktok batal diblokir oleh Pemerintah Amerika Serikat karena berhasil melakukan kesepakayan antara Tiktok yang dilakukan perusahaan induknya ByteDance dengan Oracle.

Dilansir dari CNN hal tersebut dibenarkan oleh Presiden Donald Trump. “Saya telah memberikan restu saya. Apabila kesepakatan berhasil dicapai, itu bagus. Apabila tidak, tidak apa – apa,” jelas Presiden Donald Trump.

Dalam kesepakatan ini pihak Tiktok setuju untuk melepas sahamnya kepada Oracle dan Walmart. Dimana kedua perusahaan itu akan memiliki 20% saham dari Tiktok.

Sesuai kesepakatan juga Tiktok akan membangun kantor cabang di Amerika Serikat. Namun untuk masalah algoritma aplikasi tetap dibawah kendali Tiktok. Hanya saja data pengguna masih disimpan di data Perusahaan Oracle.

Menurut Presiden Donald Trump dengan pengelolaan Tiktok oleh Oracle dan Walmart membuat Pemerintah Amerika Serikat dapat menjamin keamanan data warganya. Karena yang sejak awal yang ditakutkan oleh Presiden Donlad Trump adalah data warga Amerika Serikat yang dicurigai dicuri oleh Tiktok boleh pemindai wajah.

“Nantinya tidak ada lagi hubungan dengan China, jadi benar – benar aman karena ini menjadi bagian kesepakatan,” Jelas Presiden Donald Trump.

Senada dengan Presiden Donald Trump, Pihak CEO Oracle yakni Safra Cats menyatakan bahwa dengan data pengguna Tiktok dioperasikan di sistem Oracle Cloud maka data pengguna tersebut akan aman.

“Kami seratus persen yakin akan kemampuan kami menciptakan lingkungan yang aman kepada Tiktok dan memastikan keamanan data pengguna Tiktok di AS dan seluruh dunia,” jelas Safra Cats.

Diberitakan sebelumnya Tiktok dituduh sebagai media mata – mata  inteljen China untuk memperoleh data Amerika Serikat. Kewaspadaan tersebut dilakukan pasca kebocoran data Facebook yang melibatkan Cambeidge Analiyta.

BACA JUGA:  Selain Tokopedia Perusahaan Ini Juga Mengalami Peretasan Data Konsumen Bahkan Sampai Bayar Hacker

Pasalnya dalam video Tiktok seringkali menyertakan wajah orang dari dekat. Sehingga dicurigai aplikasi tersebut mengumpulkan data biometrik penggunanya.

Bahkan pihak Amerika Serikat menuduh Tiktok menggumpulkan data pengguna berupa kontak telepon, jejaring sosial, alamat email, alamat IP dan informasi lainnya.

Sebagai opsi pilihan Presiden Donlad Trump meminta agar Tiktok bergabung dengan perusahaan serupa asal Amerika Serikat yakni Oracle. Apabila terjadi merger maka Presiden Donald Trump berjanji akan mengizinkan Tiktok kembali beroperasi di Amerika Serikat

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer