PM Jepang Shinzo Abe Mengundurkan Diri Karena Alasan Kesehatan

https://ayobandung.com/

Warnabiru.com - Dengan alasan kesehatan yang semakin menurun Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri pada Jumat, 28 Agustus 2020.

Sebelumnya perdana menteri yang berusia 65 tahun itu sudah lama diagnosa sakit kolitis ulseratif atau peradangan usus besar. Beberapa kali PM Shinzo Abe masuk rumah sakit di Keio University Hospital Tokyo. Seperti saat diperiksa pada Senin, 17 Agustus 20020, selama tujuh jam.

Dalam jumpa persnya terkait pengunduran dirinya ini PM Shinzo Abe menjelaskan tentang kolitis ulseratif yang dia alami.

"13 yahun yang lalu, penyakit kronis saya muncul dalam satu tahun. Tiba - tiba saya harus mengundurkan diri sebagai PM tapi kemudian bisa menyebabkan masalah besar kepada masyarakat," ucap PM Shinzo Abe.

BACA JUGA: Selain Untuk Gowes  Ternyata Sepeda Digunakan  Jepang Untuk Menguasai Jakarta

PM Shinzo Abe sendiri menjabat sebagai Perdana Menteri sejak 26 Desember 2006. Selama kepemimpinannya di Jepang dia dianggap sosok yang konfrontatif terhadap negara Asia Timur lainnya. Seperti Korea Utara, China dan Korea Selatan.

Dia juga salah satu pihak yang menolak mengamandemen hukum Jepang yang memberi peluang tahta Kaisar Jepang diduduki perempuan.

Kontroversi  PM Shinzo Abe

Hal kontroversial pertama PM Shinzo Abe adalah pasca pelantikannya sebagai Perdana Menteri Jepang kemudian berkunjung ke Kuil Yasukuni. Hal itu dianggap hal kontroversial karena di dalam kuil dimakamkan para penjahat perang Jepang yang melakukan kejahatan perang saat Perang Dunia II.

Disana terdapat 14 orang yang dinyatakan sebagai penjahat perang Kelas A dalam Perang Dunia II. Tidak heran kuil ini dianggap sebagai simbol imprealisme Jepang. Sehingga pasca kunjungan  PM Shinzo Abe mendapatkan banyak protes. Baik dari China maupun Korea Selatan. Menanggapi kritik itu PM Shinzo Abe memberi alasan bahwa kunjungannya bersifat pribadi.

Kontroversi kedua perdana menteri yang belum belum dikaruniai anak ini adalah pendapatnya soal Perang Dunia II. Dimana dia meminta agar generasi muda Jepang berhenti meminta maaf atas kesalahan leluhurnya yang memulai Perang Dunia II di kancah Asia - Pasifik.

Alasannya karena generasi muda Jepang saat ini tidak punya hubungan apapun dengan Perang Dunia II. Tentu sebagai korban penjajahan Jepang pernyataan PM Shinzo Abe. Menimbulkan kritik habis - habisan dari China dan Korea Selatan.

Kontroversi ketiga saat PM Shinzo Abe diterpa skandal dokumen penjualan lahan. Dimana dalam pembelian tanah milik negara itu dilakukan oleh pengelola sekolah yang mengaku dekat dengan PM Shinzo Abe. Sehingga seseorang tersebut dilaporkan membeli harga tanah negara itu dengan harga di bawah pasar.

Terkuaknya skandal itu membuat Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, mengembalikan gajinya selama setahun kepada negara. Hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa bersalahnya karena kementrian yang dia pimpin terlibat dalam skandal penjualan lahan itu. Selain itu dia juga menjatuhkan sanksi terhadap 20 pejabat mulai dari memotong gaji hingga teguran tertulis.

Kontroversial keempat saat istri PM Shinzo Abe yakni Akie Abie melakukan kunjungan ke sebuah kuil bersama 50 rombongannya. Dalam kunjungannya di kuil yang terletak di barat daya Jepang pada 15 Maret 2020. Dianggap tidak peka secara sosial karena Jepang tengah menghadapi Virus Corona sehingga dilakukan isolasi mandiri.

Banyak nitizen yang mengkritik hal tersebut. Seperti adanya anggapan apabila dia terinfeksi Virus Corona akibat kunjungannya itu. Apakah dia akan mendapatkan perawatan medis kelas tinggi yang diambil dari uang negara.

Kontroversial terakhir adalah saat PM Shinzo Abe membagikan dirinya tengah bersantai di sofa dengan anjingnya. Terlihat perdana menteri itu membaca dan minum teh. Dalam pesannya dia mengingatkan agar orang - orang tetap tinggal di rumah selama wabah Virus Corona belum selesai.

Video itu dianggap tidak menunjukkan kepekaan sosial. Karena banyak warga Jepang yang mengalami kondisi kesulitan di tengah isolasi mandiri itu akibat Virus Corona.