Ledakan Besar di Beirut Lebanon yang Menghancurkan

Sedang Populer

hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Warnabiru.com – Ledakan besar yang diduga bersumber dari gudang penyimpanan amonium nitrat meledak di Kota Beirut, Lebanon, pada Selasa 4 Agustus 2020 pukul 18.02 waktu setempat.

Oleh Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab menduga bahwa sumber ledakan berasal dari gudang penyimpanan pupuk di kawasan pelabuhan. Disana tersimpan 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan culup lama.

Akibat ledakan besar ini Kota Beirut mengalami rusak parah dan mengakibatkan 79 orang tewas dan 4.000 mengalami luka, baik luka ringan maupun luka berat. Mengenai jumplah korban tewas bisa saja bertambah karena proses evakuasi masih dilaksanakan hingga berita ini diturunkan.

Akibat ledakan ini membuat gelombang kejut yang daya jangkauannya luas. Bahkan mencapai Siprus yang posisinya dipisahkan oleh laut. Dengan ledakan besar itu menghancurkan jendela- jendala bangunan di wilayah dekat sumber ledakan.

Pihak pemerintah Lebanon yang diwakili oleh Perdana Menteri Hassan Diab berjanji akan mencari orang – orang bertanggung jawab atas keamanan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di gudang selama enam tahun. Karena tingkat keamanan penyimpanan rendah sehingga membahayakan warga.

Amonium Nitrat sendiri adalah golongan garam anorganik yang dapat digunakan untuk pupuk dan bahan peledak. Banyak dampak negatif bila amonium nitrat ini terpapar secara langsung kepada manusia. Mulai dari iritasi parah, sesak nafas dan kerusakan mental karena depresi. Masalahnya amonium nitrat ini adalah bahan yang mudah terbakar. Apalagi saat disimpan di ruang yang panasnya berlebihan.

Selain menimbulkan korban jiwa ledakan ini membuat banyak rumah sakit rusak parah. Seperti Rimah Sakit Bikhazi Medical Group yang mengalami kerusakan parah. Banyak kaca dan pintu masuk rumah sakit rusak. Selain itu langit – langit di rumah sakit itu banyak runtuh dan menimpa pasien.

BACA JUGA:  Fakta Terbaru Terkait Ledakan Di Lebanon

Istana kepresidenan Lebanon yang terletak sekitar 1,6 kilometer dari pusat ledakan juga mengalami kerusakan. Atas peristiwa naas ini pemerintah mengumumkan bahwa Rabu menjadi hari berkabung nasional. Serta biaya rumah sakit korban ledakan akan ditanggung pemerintah.

Dalam keterangan tertulis Kementrian Luar Negeri Indonesia di website kemlu.go.id menjelaskan bahwa seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Lebanon mengalami luka ringan akibat ledakan besar ini. “Salah satu korban luka adalah WNI yang telah berhasil dikontak KBBRI dan saat ini dalam kondisi stabil serta dapat berkomunikasi dengan baik,” dalam keterangan tertulis pada rabu pagi.

Dipastikan semua WNI yang tinggal di Lebanon relatif selamat. Hal tersebut dijelaskan oleh Duta Besar RI untuk Libya Hajriyanto Thohari.” Berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat. Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 diantaranya adalah kontigen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa,” kata Hajriyanto Thohari.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer