Surabaya – COVID-19 varian Omicron kali pertama terdeteksi di Surabaya, berdasar temuan yang disampaikan Ketua Institute of Tropical Disease (ITD) dan Tim Peneliti Unair Prof dr Maria Lucia Inge Lusida MKes PhD SpMK.
Seperti dilansir dalam laman detikNews, Minggu, 2 Januari 2022, dimana tim peneliti waktu itu menemukan satu sampel dari warga Surabaya yang positif terpapar Omicron.
Lanjut lagi, masih dari lansiran laman detiknews, Sabtu 15 Januari, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan ada 4 kasus Omicron baru di Kota Pahlawan. Dan, hari ini, Selasa 18 Januari, artikel Berita Anak Surabaya (BASRA) di laman Kumparan menyodorkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.
[quads id=8]
Menyebutkan 8 warga positif di antaranya 3 balita berasal dari Surabaya, TGO bocah laki laki berusia 4 tahun, AR (4) laki-laki serta QIZ (2) perempuan.
Menanggapi data tersebut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim, dr Sjamsul Arief MARS SpA(K) mewanti wanti, gejala yang ditimbulkan Omicron memang relatif lebih ringan seperti flu biasa namun jangan juga sampai menyepelekan.
Apalagi di Surabaya belum ada balita sampai dirawat inap karena Omicron.
“Ya karena memang gejalanya seperti flu biasa namun penularannya sangat cepat, dan itu bisa membahayakan sistem pelayanan fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan untuk sementara jangan sering mengajak anak keluar ke area publik, seperti taman ataupun pusat perbelanjaan.
“Sebaiknya tahan dulu keinginan tersebut dan mulai di rumah saja,” tandasnya.
Disampaikan pula, khawatir boleh namun ketika anak flu, orang tua tidak perlu panik apalagi pergi untuk tes COVID-19.
Tidak sampai harus tes, seperti kalau demam tangani biasa saja kasih paracetamol,” pungkasnya.
[quads id=8]
