Warnabiru.com – Viral di media sosial rekaman video harimau di Maharani Zoo Lamongan. Dimana video itu tayang pada Senin, 7 September 2020. Video yang berdurasi 13 detik tersebut sudah tayang sebanyak 56.178 kali dengan caption “Ya Allah gak tega lihat perutnya.”
Penggugah video tersebut menyebutkan harimau tersebut kurus dan memberikan saran kepada pengelola Maharani Zoo Lamongan untuk memperhatikan makan harimau tersebut.
“Perut harimau di kebun binatang ini kurus banget. Semoga pihak kebun binatangnya memberikan makanan yang seharusnya ia dapat, bukan hanya menjadi tontonan,”
Atas viralnya video harimau koleksi Maharani Zoo Lamongan tersebut. Pihak manajemen yang diwakili oleh Koordinator Marketing Maharani Zoo dan Goa Lamongan, Juli Tri Wahyuningtyas, memberikan pernyataan. Bahwa harimau tersebut dalam kondisi ideal dan tidak sakit, namun umurnya sudah tua. Sehingga tidak heran saat divideo terlihat kurus.
“Usia sudah tua, maka wajar jika kondisi metabolisme tubuhnya seperti itu sehingga tidak bisa gemuk,” ucap Juli Tri Wahyuningtyas kepada wartawan pada Selasa, 8 September 2020.
Selain itu Juli Tri Wahyuningtyas menjelaskan bahwa harimau tersebut sudah berusia cukup tua yakni 14 tahun sehingga nampak kurus. Harimau itu sendiri sebelumnya berasal dari Ragunan yang kemudian dipindah ke Kebun Binatang Surabaya terakhir sampailah di Maharani Zoo Lamongan.
Untuk makan satu hari diberikan 8 kilogram. Campuran dari daging sapi dan unggas hidup. “Unggas hidup ini untuk mengasah naluri harimau itu sendiri.” Juli Tri Wahyuningtyas.
Meskipun terdampak pandemi Virus Corona sehingga pengunjung berkurang. Namun manajemen Maharani Zoo Lamongan tetap memberikan makanan kepada harimau itu sesuai aturan tanpa mengurangi asupan.
“Untuk nutrisi dan makanan, meski pengunjung tidak banyak seperti sebelum pandemi dan sempat tutup juga beberapa bulan, tapi tetap kami berikan sesuai standar,” ucap Juli Tri Wahyuningtyas.
Terhadap viralnya video harimau di Maharani Zoo Lamongan yang terlihat kurus itu. Pihak manajemen mengaku biasa saja karena sudah hukum alamnya. Sebab di alam liar umur harimau biasanya mencapai 15 tahun. Namun bila dalam penakaran mampu mencapai 20 tahun.
“Kita fine – fine aja sebenarnya, karena kan mereka hanya sekilas melihatnya, tanpa tahu faktanya seperti apa, dan lagi mereka postingnya tanpa data – data yang jelas dulu atau tanpa klarifikasi.” Jelas Juli Tri Wahyuningtyas.
Harimau itu sendiri bernama Baksi tang setelah ditimbang oleh BKSDA mempunyai berat 103 kilogram. Ukuran tersebut adalah berat normal seekor harimau berumur 14 tahun. Sehingga dapat dinyatakan berat ideal seekor harimau.
Baksi sendiri termasuk jenis Harimau Sumatra. Sesuai namanya harimau ini habitat aslinya di Pulau Sumatera. Hewan yang diklarifikasikan sebagai satwa kritis terancam punah ini. Diperkirakan populasinya di alam liar hanya sekitar 400 – 500 ekor. Masalah utama mengapa hewan buas ini nyaris dinyatakan punah karena pembalakan nasional sehingga habitat mereka semakin sempit.
