Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pasca Kematian Satu Keluarga Akibat Jebakan Tikus di Bojonegoro

Kompas.com

Warnabiru.com - Secara resmi Polres Bojonegoro menetapkan dua tersangka atas tewasnya satu keluarga di pesawahan Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegiro. Kematian satu keluarga itu terjadi karena tersengat jebakan tikus listrik yang dipasang oleh tersangka berinisial S. Sedangkan tersangka lainnya adalah bernama T yang memberikan izin S untuk mengambil listrik dirumahnya guna menjebak tikus.

Dilansir dari detik.com penetapan kedua tersangka ini berkat kerja sama Penyelidik Polsek Kanor bersama Reskrim Polres Bojonegoro dalam hal pemeriksaan saksi dan gelar perkara.

BACA JUGA: Satu Keluarga Tewas Akibat Jebakan Tikus di Bojonegoro

"Dari hasil pemeriksaan para saksi dan gelar perkara, akhirnya tim penyidik menetapkan dua tersangka yakni inisial S dan T," jelas kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKPN Iwan Hari Poerwanto, pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Untuk pendalaman lebih lanjut kedua tersangka diperiksa secara intensif di ruang Reskrim Polsek Kanot. Selain itu diamankan pula beberapa barang bukti. Seperti sandal korban, bambu penyangga kawat untuk jebakan tikus dan hasil visum tim Inafis dan dokter. Dimana dampak aliran listrik itu membuat beberapa bagian tubuh korban terkena luka bakar.

Selain itu untuk melengkapi berkas pemeriksaan Polres Bojonegoro juga telah memeriksa lima saksi.

"Sudah ada lima orang saksi yang diperiksa penyidik, dan hari ini akan ada yang ditetapkan tersangka setelah dilakkan gelar perkara," jelas Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Kedua tersangka sendiri oleh pihak Polres Bojonegoro dijerat dengan Pasal 359 tentang kelalaian yang menyebabkan kematian.

"Pelaku akan disangkakan dengan Pasal 359, ada dua orang yang akan ditetapkan tersangka nantinya oleh penyidik," jelas AKBP M Budi Hendrawan.

Seperti yang sudah diberitakan pada Senin, 12 Oktober 2020, sebanyak satu keluarga tewas karena tersetrum kawat yang terdapat aliran listrik untuk menjebak tikus.

Sebelum ditemukan tewas warga mendengar teriakan dari korban. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan warga berinisiatif mencari sumber suara. Saat ditemukan di sawah semua korban sudah ditemukan dengan posisi meninggal dunia.

Diketahui korban tersebut adalah Parno (55) dan istrinya Riswati (50) dan kedua anaknya yakni Jayadi (32) dan Arifin (21).
Pasca ditemukan kemudian dilakukan visum oleh Tim Inafis Polre Bojonegoro. Dimana didapati luka bakar di kaki, tangan dan dada.

Diperkirakan hal ini terjadi saat satu keluarga itu menyirami kebun cabai mereka. Kemudian Reswati pulang terlebih dahulu ke rumah. Karena lama tidak pulang Reswati menengok di sawah. Diduga saat melihat anggota keluarganya terbujur di sawah dia membantu. Hingga ikut tersengat aliran listrik juga.

Aliran listrik yang digunakan menjebak tikus tersebut bertegangan tinggi karena sumbernya bukan dari genset. Namun dari tiang listrik yang bertenaga tinggi. Sehingga saat korban menyentuh mengakibatkan kematian dalam waktu cepat.

Kasus ini sama dengan peristiwa pemotor yang tewas karena terkena aliran listrik jebakan tikus di Ngawi pada September lalu. Saat itu Agung Nafrul Rifai mengendarai motor dalam keadaan mabuk. Karena tidak bisa menguasai kendaraan dirinya terjatuh di sawah milik NAF yang terletak di Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Akibatnya Agung Nafrul Rifai tewas ditempat karena tersengat aliran listrik jebakan tikus yang ada di sawah milik NAF. Atas hal ini NAF ditetapkan tersangka oleh Polres Ngawi pada Senin, 21 September 2020.