Penabrak Terduga Klitih Divonis 10 Bulan Penjara  di Yogyakarta

https://jogja.tribunnews.com/

Warnabiru.com - Seorang sopir pickup bernama Nur Irawan (33) terbukti menabrak terduga klitih di Yogyakarta pada tanggal 7 Desember 2018. Klitih adalah gerombolan pemotor anak muda di kawasan Yogyakarta yang meresahkan. Karena mereka beraksi di malam hari dengan melukai pengendara motor lainnya ataupun merusak mobil yang lewat dengan lemparan batu.

Nur Irawan menabrak Risqi dan Ananda hinga tewas. Kemudian orang tua kedua bocah itu membawa masalah ini ke kepolisian. Atas perbuatannya ini Nur Irawan ditetapkan sebagai tersangka dan divonis penjara 10 bulan oleh Pengadilan Negeri Sleman pada Selasa 4 Agustus 2020.

Menanggapi vonis itu pihak penuntut umum yakni Jaksa Rina Wisata SH menyatakan masih pikir - pikir. "Kami masih pikir - pikir atas putusan itu. Karena kami akan melaporkan hasil putusan ini ke pimpinan," ujar Jaksa Rina Wisata SH.

Pada tanggal 7 Desember 2018 Nur Irawan bersama istrinya berangkat bekerja dari rumahnya menggunakan pickup pada pukul 02.00. Saat di pertigaan kantor Kecamatan Mlati tiba - tiba saja Nur Irawan berpas - pasan dengan Risqi dan Ananda yang mengendarai Honda Scoopy FW 110.

Dengan kejam keduanya memukul mobil Nur Irawan menggunakan stik besi berukuran 47 cm dan mengenai kaca depan sebelah kanan dan spion kanan mobil hingga pecah.

Setelah melakukan perbuatan pengecutnya mereka melarikan diri ke arah barat. Tidak terima dengan aksi klitih itu Nur Irawan mengejar terduga klitih tersebut, hingga sampai di Dusun Mriyan Wedang terlihat sorot lampu motor terduga klitih. Kemudian dikejarlah hingga dapat dibuntuti di perempatan Seyegan.

Melihat Nur Irawan mendekat membuat terduga klitih itu semakin menggila. Mereka berteriak "tak pateni kowe" sambil mengacungkan stik dan melarikan diri kembali. Hal tersebut membuat Nur Irawan semakin mempercepat kendaraannya untuk mengejar. Akhirnya di depan Puskesmas Sayegan terduga klitih itu ditabrak hingga terpental sejauh 200 meter dan tewas di tempat.

Kasus ini menarik perhatian warga Yogyakarta dan sekitarnya. Sebab pelaku klitih benar - benar mengkhawatirkan masyarakat. Mereka beraksi dengan kejam mulai dari membacok dan melempar batu. Banyak korban berjatuhan atas tindakan pelaku klitih ini.

Seperti yang dialami oleh Afrizal (16) warga Dusun Kedon, Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertodoyudan, Kabupaten Magelang. Dia dibacok menggunakan senjata tajam sebanyak empat kali. Mengenai punggung dan lengannya saat akan membeli pulsa di Jalan Soekarno - Hatta, Desa Desayangan, Kecamatan Mertoyudan.