Pelawak Nurul Qomar Resmi Dipenjara Terkait Kasus Pemalsuan Ijazah

https://news.detik.com/

Warnabiru.com - Pelawak Nurul Qomar terjerat kasus pemalsuan ijasah S2 dan S3 saat mencalonkan diri sebagai salah rektor di Universitas Muhadi Setiabudhi.

Kasus yang sudah berjalan dari tahun 2017 itu secara resmi inkrah karena kasasinya resmi ditolak Mahkamah Agung.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Brebes, Andhi Hermawan Bolfar mengatakan bahwa pelawak itu akan dipenjara selama 2 tahun. "Setelah keputusan MA inkrach, kita menjalankan eksekusi sesuai undang - undang," ucap pegawai korps adiyaksa itu kepada wartawan di Lapas Kelas IIB Brebes, Rabu 19 Agustus 2020.

Sementara itu Nurul Qomar yang didampingi pengacara dan anggota keluarga sudah tiba di Lapas Kelas IIB Brebes di hari yang sama. Sebelum ditahan Nurul Qomar dicek kesehatannya dan hasilnya non-reaktif Covid-19.

"Alhamdulilah kondisi yang bersangkutan (Qomar) secara fisik dan kesehatannya baik. Dan juga hasil rapid test yang disampaikan tim Dinkes, beliau non reaktif," ucap Andhy Hermawan Bolifar.

Terkait ditolaknya kasasi yang dia ajukan Nurul Qomar berencana akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK). "Ada rencana PK. Itu prosedur, peluang - peluang, nanti kuasa hukum akan PK langkah - langkah terakhir minta ampunan. Termasuk minta grasi sama Bapak Presiden Jokowi," ucap Nurul Qomar kepada wartawan di hari yang sama.

Modal dasar Nurul Qomar mengajukan peninjauan kembali karena barang bukti yang dia ajukan sejak proses banding menurutnya adalah valid.

"Barang bukti ini valid atau abal - abal bisa melalui laboratorium forensik. Namun itu tidak pernah dilakukan baik majelis maupun kejaksaan hingga MA," ucap Nurul Qomar.

Sebagai penutup Nurul Qomar akan menjalani semua ini dengan bijak. "Namanya hakim agung juga manusia biasa, saya bisa maklum. Pak jaksa juga manusia, saya maklum. Lawyer saya juga sudah total maksimal. Yang akhirnya toh saya harus menerima ketetapan tuhan untuk masuk (penjara) dan konsentrasi selama beberapa waktu," ucap Nurul Qomar.

Kasus ini bermula dari pemalsuan dokumen Surat Keterangan Lulus (SKL) program S2 dan S3. Sehingga Nurul Qomar dijerat pasal 263 ayat 2 tentang pemalsuan surat oleh Kejaksaan Negeri Brebes. Oleh Pengadilan Negeri Brebes pada November 2019 dia divonis penjara 1 tahun 5 bulan.

Kemudian Nurul Qomar mengajukan banding namun oleh Pengadilan Tinggi Jawa Tengah hukumannya diperberat menjadi 2 tahun penjara. Kemudian pihak Mahkamah Agung menolak kasasi Nurul Qomar sehingga dirinya tetap dipenjara selama 2 tahun.