Pahlawan Anti Genosida di Rwanda Didakwa Tindak Terorisme

Africa.cgtn.com

Warnabiru.com - Nama Paul Rusesabagina dikenal sebagai pahlawan anti genosida di Rwanda. Aksinya terkenal karena menyembunyikan pengungsi Hutu dan Tutsi dari genosida paramiliter garis keras etnis Hutu. Namun oleh negaranya sendiri pada Senin, 14 September 2020, didakwa kejahatan terorisme.

Paul Rusesabagina adalah salah satu tokoh dari etnis Hutu yang kritis terhadap pemerintahan Presiden Paul Kagame yang didominasi etnis Tutsi. Paul Rusesabagina menyebutkan bahwa Presiden Paul Kagame memberlakukan sentimen terhadap etnis Hutu.

Selama ini Paul Rusesabagina adalah oposisi terhadap Presiden Paul Kagame. Dirinya mendirikan semacam organisasi oposisi yang bernama Movement for Democratic Change (MRCS).

Organisasi ini konon mempunyai pasukan bersenjata yang disebut National Liberation Front (FLN). Atas adanya pasukan ini Presiden Paul Kagame menuduh Paul Rusesabagina dalam tindakan terorisme, pendirian kelompok milisi mematikan dan pembunuhan.

Dia mengasingkan diri di luar negeri selama bertahun - tahun. Karena sadar dirinya akan menjadi incaran Presiden Paul Kagame. Saat dia di Dubai diculik paksa oleh militer Presiden Paul Kagabe untuk diadili di Rwanda.

Di pengadilan Paul Rusesabagina tampak menggunakan masker, jas dan tidak banyak berbicara. Yang mewakili bicaranya adalah pengacaranya bernama David Rugaza.

"Tuduhan terhadap klien saya tidak konsisten. Dia tidak bisa dituduh melakukan kejahatan yang dilakukan pihak lain meski dia menjalin mitra dengan mereka." Ucap David Rugaza di Pengadilan Dasar Kagarama.

Rwanda sendiri pernah menjadi tempat genosida dimana kelompok garis keras etnis Hutu membantai 80.000 etnis Tutsi dan Hutu moderat pada tahun 1994. Peristiwa ini dipicu kematian Presiden Rwanda, Juvenal Habyarimana.

Dia dikenal sebagai presiden moderat karena akan membagi rata kekuasaan Rwanda terhadap etnis Hutu, Tutsi dan Twa. Hal tersebut memicu kemarahan Etnis Hutu yang sudah menguasai 80 % kekuasaan di Rwanda.

Nama Paul Rusesabagina terkenal karena dirinya saat itu bekerja sebagai penjaga Hotel Des Mille Coolines di Kagali. Saat genosida berlangsung dirinya menyembunyikan 1.268 etnis Hutu dan Tutsi di hotelnya tempat bekerja. Sebelum ditangkap dirinya menetap di San Antonio, Texas