Mantan PM Najib Razak Dinyatakan Bersalah Atas Tuduhan Korupsi

/news.detik.com/

Warnabiru.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak secara resmi dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi 1MDB. Dia divonis penjara selama 12 tahun atas kasus yang menjeratnya ini.

Hal tersebut diputuskan oleh Pengadilan Negeri Kuala Lumpur pada Jumat tanggal 28 Juli 2020.

Najib Razaq, mantan perdana menteri malaysia yang lengser tahun 2018 itu telah dinyatakan korupsi dana IMDB sebesar Rp 65 triliun. Atas vonis yang dijatuhkan Najib Razak menyatakan menyangkal telah melakukan perbuatan itu.

Dalam pembelaannya Najib Razak mengaku diperdaya pemodal asing asal Malaysia yakni Jho Low dan pejabat IMDB lainnya. Untuk sejumplah uang yang masuk ke rekeningnya bukanlah dari dana IMDB melainkan sumbangan keluarga kerajaan Saudi.

IMDB adalah penggalangan dana untuk pembangunan Malaysia dan membantu para orang miskin di Malaysia yang tidak mempunyai pekerjaan. Namun dana IMDB malah digunakan untuk membeli barang - barang mewah oleh Najib Razak.

Dari tahun 2009 hingga 2013 IMDB mengumpulkan dana miliaran dolar dari surat hutang untuk proyek investasi.

Namun oleh individu berpengaruh di Malaysia malah dana tersebut dialirkan ke negara yang tempat memarkir pajak. Selain itu dana IMDB digunakan untuk membeli barang mewah seperti real estate.

Salah satu pihak yang mendapatkan dana itu adalah putra tiri Najib Razak yakni Riza Aziz. Dana besar itu digunakan untuk membiayai film Hollwood seperti "The Wolf Of Wall Street" dan "Dumb and Dumber to" yang keduanya diproduksi perusahaan film milik Riza Aziz.

Atas hal itu Riza Aziz dituduh dalam skandal IMDB, namun tuntutan itu gugur setelah Riza Aziz mau melawan Najib Razak di pengadilan.

Tidak hanya Najib Razak istrinya yakni Rosmah Mansor ikut terlibat korupsi saat sang suami berkuasa. Diduga dia melakukan korupsi untuk membiayai gaya hidup mewahnya. Yakni sering melakukan perjalanan ke luar negeri dan memiliki banyak koleksi tas dan perhiasan mahal.

Jaksa menuduh dia melakukan korupsi sebesar Rp 22 miliar karena membantu mengamankan proyek penyediaan generator tenaga surga ke sekolah - sekolah di Malaysia.

Dalam tuduhannya oleh jaksa Rosmah Mansor dinilai sombong sehingga dapat mempengaruhi keputusan besar di sektor publik meski tidak mempunyai kedudukan resmi. Namun sidangnya beberapa kali ditunda setelah lehernya merasa sakit.

Dalam penyelidikannya pihak kepolisian di Malaysia menemukan barang - barang berharga, uang tunai, perhiasan dan tas mewah senilai 273 juta dollar AS.

Saat mengamankan ratusan tas mewah milik Rosmah Mansor dia menuntut ganti rugi. Pasalnya dia merasa ratusan tas mewah miliknya rusak. sebab polisi menandai ratusan tas mewahnya menggunakan spidol. Sehingga dinilai dapat menurunkan harga tas mewahnya.

Dalam tuntutannya di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pihak pengacara menilai polisi ceroboh menggunakan tinta permanen pada tas mewah milik Rosmah Mansor sehingga mengakibatkan kerugian cukup besar.

Selain masalah korupsi dana IMDB Najib Razak juga terjerat kasus pembunuhan model Monggolia. Kasus tersebut bermula saat seorang polisi yang bernama Azilah Hadri mengaku diperintah Najib Razak untuk membunuh Altantuyaa Shaariibuu yang merupakan seorang model asal Monggolia.

Perintah yang dilakukan pada Oktober 2006 itu dilakukan saat Najib Razak masih berkuasa.

Dalam perintah itu Azilah Hadri mau melaksanakan sebab Altantuyaa Shaariibu dianggap sebagai mata - mata asing dan mengancam keamanan Malaysia. Selain dibunuh dengan sadis Najib Razak juga memerintahkan agar jasad model Mongolia itu dihancurkan.

Atas perbuatannya itu Azilah Hadri dijatuhi vonis hukuman mati di Pengadilan Tinggi Malaysia tahun 2009. Sebelumnya ada nama Najib Razak dalam surat dakwaan atas pembunuhan Altantuyaa Shaariibu. Namun pengadilan membebaskan Najib Razak atas tuduhan tersebut.

Dalam memori bandingnya inilah Azilah Hadri menceritakan tentang keterlibatan Najib Razak dalam pembunuhan Altantuyaa Shariibu.

Selain bekerja sebagai model diketahui Altantuyaa Shariibu bekerja sebagai penerjemah Najib Razak saat menjadi perdana menteri di Malaysia.

Diduga kuat dia juga adalah kekasih Najib Razak. Tubuh Altantuyaa Shariibu sendiri ditemukan hancur di dekat bendungan dengan sisa bahan peledak. Pihak kepolisian menduga dia ditembak dua kali dan tubuhnya diledakkan

Komentar