Warnabiru.com – Peristiwa kerusuhan bermotif agama terjadi lagi India. Dilangsir dari muslimnews.co.uk demontrasi itu terjadi di Kota Bangalore. Dalam demonstrasi yang dipicu unggahan di media sosial yang menghina Nabi Muhammad itu ribuan demonstran bentrok dengan aparat keamanan.
Akibatnya sebanyak 60 polisi terluka dalam bentrokan tersebut dan mengakibatkan tiga demonstran tewas. Dalam demonstrasi yang berujung ricuh itu massa menyerang kediaman seorang anggota parlemen yang dituding melindungi tersangka penghina Nabi Muhammad di Facebook.
Pasca kejadian itu pihak kepolisian sudah mengamankan tersangka yang bernama Naveen dan menahan 110 demonstran yang diduga sebagai provokator.
Pada masa pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dengan partainya yakni Partai Bharatiya ini konflik umat Islam yang minoritas seringkali terjadi. Hal tersebut karena perdana Narendra Modi seakan berusaha membangun India dengan bericirikan Agama Hindu. Sehingga mengucilkan minoritas yakni Agama Islam.
Kebijakan Perdana Menteri Narendra Modi yang kontroversial saat menelurkan UU Kewarganegaraan India. Yang berisi kebijakan mempercepat kewarganegaraan bagi umat warga Hindu, Budha, Sikh, Parsis dan Kristen yang berada di India sebelum tanggal 31 Desember 2014. Dengan tidak adanya Agama Islam tentu membuat keberadaan umat Islam di India seakan tidak diakui.
Akibatnya terjadi demonstrasi besar – besaran yang dilakukan umat Islam di India pada Sabtu 28 Desember 2019. Dalam demonstrasi yang berujung ricuh itu sebanyak 27 nyawa tewas sia – sia. Kericuhan itu terjadi karena adanya massa tandingan dari kelompok pro Undang – Undang Kewarganegaraan India tersebut.
