Jakob Oetama Pendiri Kompas Gramedia Meninggal Dunia

https://finance.detik.com/

Warnabiru.com - Insan pers Indonesia tengah berduka pasalnya pendiri Kompas Gramedia yakni Jakob Oetama meninggal dunia pada Rabu, 9 September 2020. Sebelum meninggal dunia beliau dirawat dua minggu di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Berikut keterangan dari Dokter Felix Prabowo Salim. "Sebenarnya pada saat masuk bapak Jakob ini sekitar lebih dari 2 minggu yang lalu, saat masuk memang dalam kondisi kritis," ucap Dokter Feliz Prabowo Salim pada Rabu, 9 September 2020.

Saa dirujuk di rumah sakit diketahui Jakob Oetama menderita gangguan multi organ. "Adanya gangguan multi organ, dimana disamping usia, komorbid, faktor - faktor yang memperberat itu akhirnya beliau mengalami perburukan," jelas Dokter Feliz Prabowo Salim.

Masa perawatan dua minggu itu kondisi Jakob Oetama mengalami ketidakstabilan.

"Sebenarnya sempat naik turun, dimana pada perawatan hampir lkebih dari 2 minggu itu, sempat perbaikan, kemudian penurunan. Hanya pada saat terakhir karena faktor usia juga dan kondisi yang makin memburuk akhirnya beliau meninggal." Kata Dokter Feliz Prabowo Salim.

Rencananya almarhum akan disemayamkan di Kantor Kompas Gramedia Palmerah Selatan. Setelah itu akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis, 10 September 2020.

Jakob Oetama adalah jurnalis pendiri Kompas Gramedia Grup. Beliau lahir di Magelang pada 27 September 1931. Karier pertamanya bukanlah sebagai jurnalis namun sebagai guru yakni mengajar di berbagai sekolah. Seperti di SMP Mardijuwana Cipanas, SMP Van Lith Jakarta dan Sekolah Guru Bantu (SGB) Bogor.

Selain itu dia juga menumbuhkan minat jurnalisnya sebagai redaktur mingguan Penabur di Jakarta pada tahun 1955. Kemudian Agustus 1963 dia bersama Petrus Kanisius Ojong (PK Ojong) mendirikan majalah Intisari yang kita kenal hingga saat ini.

Kerja sama PK Ojong dan Jakob Oetama membuat mereka mendirikan Koran Kompas yang terbit perdana di tanggal 28 Juni 1985. Dimana PK Ojong menggarap bagian manajemen bisnis sedangkan Jakob Oetama bagian redaksi.

Sayangnya PK Ojong yang juga dikenal sebagai penulis bergenre Perang Dunia II ini meninggal dunia tahun 1980. Hal tersebut mau tidak mau memaksa Jakob Oetama mengambil alih manajemen bisnis Kompas Gramedia.

Sebenarnya hal tersebut cukup sulit bagi Jakob Oetama, namun dengan tekadnya dia sanggup menggantikan tugas PK Ojong. Bahkan Jakob Oetama mengakui dengan rendah hati pengetahuan soal bisnisnya masih rendah namun dia berhasil mengatasinya dengan baik hingga Kompas Gramedia berkembang sampai saat ini.

Banyak pihak merasa kehilangan Jakob Oetama, salah satunya adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Pemilik klub sepak bola Intermilan itu menyampaikan duka lewat akun Instagramnya @erickthohir.

"Hari ini saya sangat berduka. Selamat jalan Pak Jakob, terima kasih telah memberikan ilmu yang berguna. Terima kasih telah memberikan ilmu yang berguna. Terima kasih sudah menancapkan fondasi media di Indonesia." Tulis Erick Thohir pada Rabu, 9 September 2020.

Mabes Polri juga merasa kehilangan Jakob Oetama. Hal tersebut diucapkan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi persnya pada Rabu, 9 September 2020.

"Sebagai mitra, kami atas nama keluarga besar Mabes Polri turut berduka cita atas meninggalnya pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama. Semoga segala kebaikannya diterima Tuhan yang Maha Esa," Ucap Irjen Argo Yuwono.