Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Meninggal Dunia

Detik.com

Warnabiru.com - Dalang kondang dari Yogyakarta yakni Ki Seno Nugroho meninggal dunia pada Selasa, 3 November 2020. Dalang kelahiran tanggal 23 Agustus 1972 itu dikenal sebagai dalang handal yang memainkan peran Bagong secara maksimal. Ayahnya sendiri juga merupakan seorang dalang yang bernama Ki Suparman Cermowiyoto.

Ki Seno Nugroho sendiri sebelumnya meninggal dunia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping pada pukul 22.15 WIB. Tempat pemakamannya berada di Makam Semaki Gede Yogyakarta. Yang dimakamkan pada Rabu, 04 November 2020, pada pukul 13.00 WIB.

Sebelum meninggal dunia Ki Seno Nugroho merasa sakit saat bersepeda santai pada sore harinya. Sempat pulang ke rumahnya namun kondisinya memburuk dan dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping. Yang kemudian meninggal dunia disana.

Ki Seno Nugroho sendiri meninggalkan satu orang istri dan tiga anak. Dimana istrinya adalah Agnes Widiasmoro yang merupakan dosen di Insitut Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Dalam pemakamannya ini diiringi oleh gendhing khusus yakni Gendhing Ladran Gajah merupakan ciptaan Joko Porong. Hal tersebut merupakan permintaan Ki Seno Nugroho sendiri semasa hidupnya.

Hal tersebut terlihat di kediamannya yakni di Dusun Gayam, Argosari, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Terlihat deretan 11 sinden diiringi para niyaga menyayikan gending ini. Para sinden dan niyaga menggunakan baju hitam khas orang yang tengah berduka. Mereka menyanyikan Gending Ladran Gajah dengan tetap menangis diiringi alunan gamelan dari Grup Wargo Laras.

Ratusan penggemar Ki Seno Nugroho yang tergabung dalam Penggemas Wayang Ki Seno Nugroho (PWKS) mengikuti prosesi pemakaman Ki Seno Nugroho. Dalam pemakaman dalang itu yerlihat dua wayang kulit Werkudara dan Bagong dimakamkam. Dimana Werkudara dan Bagong sendiri di setiap pementasan Ki Seno Nugroho selalu dimainkan dengan baik oleh Ki Seno Nughrogo.

Dilansir dari detik.com banyak pihak yang merasa kehilangan Ki Seno Nugroho diantaranya yakni Dosen Jurusan Pedalangan, Fakultas Seni Pertunjukan Insitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Aris Wahyudi. Menurutnya sosok Ki Seno Nugroho adalah sosok yang sulit dicari.

"Jadi Ki Seno Nugroho itu kalau saya mengatakan dalang fenomenal ya, jadi sangat luar biasa. Dengan meninggalnya Ki Sebo sangat - sangat kehilangan," jelas Aris Wahyudi.

Kehebatan Ki Seno Nugroho sendiri terbukti berhasil menggaet hati masyarakat Jawa Timur dengan banyak tanggapan disana.

"Karena menurut pengamatan saya baru Ki Seno Nugroho yang mampu menembus pasar di luar Yogyakarta, Jawa Timur terutama. Jadi Jawa Timur itu sebelum Ki Seno Nugroho dengan pedalangan Ngayogyakarta itu susah, tapi begitu Ki Seno Nugroho, Jawa Timur disasak, itu luar biasa," jelasnya.

Menurut dosen yang banyak mengajar calon dalang itu. Ki Seno Nugroho adalah sosok dalang yang mampu mengikat generasi muda ditengah lunturnya akan cinta budaya Jawa.

"Ki Seno Nugroho ini, dia orang luar biasa ya, jadi anugrah yang luar biasa bagi saya dan dia itu mampu menembus batas dimensi ruang dan usia kalau untuk penontonnnya. Jadi Ki Seno itu penonton usia muda yang masuk dan penonton usia tua juga menerima. Jadi menembus lintas batas usia," jelasnya.

Menurutnya Ki Seno Nugroho akan sulit dicari sosok yang bisa menggantikannya.

"Dan ini ke depannya saya ndak yakin ada dalang seperti Ki Seno Nugroho atau tidak. Karena itu anugrah, tidak bisa (tergantikan), mas," tuturnya.

"Di teman - teman itu sudah banyak yang nyonto (mencontoh ) strategi Ki Seno, teman - teman di Solo juga ada, tapi nggak bisa seperti Ki Seno. Seperti halnya dulu banyak mencontoh Ki Hadi Sugito kan. Tapi apa ada yang seperti Ki Hadi Sugito kepopulerannya," lanjutnya.

Begitu pula dengan Dekan Fakultas Seni Pertunjukan Insitut Seni Indonesia (ISI) Solo, Sugeng Nugroho. Dirinya menyebut Ki Seno Nugroho berhasil menyatukan genre wayang pakem Solo dan Yogyakarta.

"Beliau adalah satu - satunya dalang Yogyakarta yang menembus pasar di luar Yogyakarta. Biasanya dalang Yogyakarta ya hanya di Yogyakarta," ucap Sugeng Nugroho pada Rabu, 4 November 2020.

Dalam memainkan wayang Ki Seno Nugroho dinilai banyak memainkan lakon dalam pakem Yogyakarta. Sedangkan lagu yang dimainkan atau lebih dikenal sebagai suluk, oleh Ki Seno Nugroho lebih banyak digunakan suluk Solo.

"Wayangnya wayang Solo, Suluknya banyak gaya Solo, sabetannya jelas Solo hanya domisilinya Yogyakarta. Keturunan Yogyakarta tapi lakon - lakonnya banyak Yogyakarta," jelas dia.

Dalam memainkan wayang Ki Seno Nugroho cenderung memainkan Bagong sebagai tokoh sentralnya. Dengan unsur humornya yang kuat membuat banyak orang menyukainya.

"Ciri khas beliau itu ada pada pada tokoh Bagon, selalu menjadikan Bagong berperan penting. Seperti menjadikannya sebagai utusan semar atau utusan Pandhawa. Dan beliau banyak humornya, sehingga disenangi masyarakat." Jelas Dekan yang bergelar Doktor itu.