Belum Genap Sebulan Menjabat, Perdana Menteri di Lebanon Mengundurkan Diri

Sedang Populer

hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Warnabiru.com – Perdana Menteri Mustapha Adib adalah perdana menteri di Libanon yang baru saja terpilih pada 31 Agustus 2020 kemarin. Namun belum genap sebulan memerintah di Lebanon dirinya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Pengunduran dirinya pada 26 September 2020 tidak lain karena masalah pembentukan kabinet independen yang bermasalah. Karena di dalam tubuh pemerintahan Lebanon sendiri terdapat konflik sektarian antara Partai Hezbollah pendukung Iran dengan Menteri – menteri Syiah di kabinet.

Dimana semua sekte tersebut saling berebut jatah menteri di Pemerintahan Lebanon. Dalam pembentukan kabinet baru ini mengalami kemacetan pasalnya kalangan Syiah yang dominan di Pemerintah Lebanon meminta agar perwakilannya untuk menjadi Menteri Keuangan Lebanon.

Pihak Hezbollah juga sama mereka menginginkan wakilnya untuk menjadi Menteri Keuangan di Lebanon. Sehingga saat Perdana Menteri Mustapha Adib mengajukan nama pakar keuangan independen untuk menjadi Menteri Keuangan Lebanon mendapatkan perlawanan dari Hezbollah maupun kelompok Syiah.

Hambatan dari kedua sekte itulah alasan mengapa Perdana Menteri Mustapha Adib kesulitan membentuk pakar di bidang pemerintahan yang bertujuan mengurus krisis ekonomi dan keuangan di Lebanon.
Akhirnya karena tidak ada solusi dan jalan keluar perdana menteri yang berasal dari Sekte Sunni itu memutuskan untuk mengundurkan diri.

Masalah ini berawal dari ledakan hebat terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa 4 Agustus 2020 petang hari. Pasca ledakan yang terjadi akibat ledakan 2.750 ton Amonium Nitrat di gudang pelabuhan itu. Pemerintah Libanon menerapkan masa berkabung selama tiga hari dan keadaan darurat selama dua minggu.

Dalam peristiwa itu paling tidak sebanyak 200 orang tewas. Sedangkan 5.000 korban lainnya terluka dan 300.000 orang kehilangan rumah mereka.
Pasca ledakan yang setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 3,5 ini Presiden Emmanuel Macron berkunjung ke Lebanon. Kunjungan yang dilakukan dua hari pasca ledakan ini bertujuan menghibur rakyat Lebanon.

Kunjungan ini dianggap penting karena pasca ledakan pejabat tinggi Lebanon hanya mengunjungi pelabuhan yang luluh lantah. Tidak mengunjungi daerah pemukiman yang penduduknya paling terdampak. Hal tersebut menimbulkan gelombang protes di Lebanon yang berujung pada krisis politik di Lebanon.

Kombinasi krisis politik, krisis hutang negara yang memuncak, lumpuhnya bank – bank di Lebanon dan terjun bebasnya mata uang Lebanon membuat para demonstran meminta agar Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri.

Karena keadaan semakin parah Perdana Menteri Hassan Diad akhirnya mengundurkan diri pada 31 Agustus 2020 beserta kabinetnya. Kemudian dirinya digantikan oleh Mustapha Adib yang sebelumnya bekerja sebagai Duta Besar Lebanon untuk Jerman

More articles

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer