Babak Baru Tewasnya Adik Ipar Edo Kondologit di Polresta Sorong, Papua Barat

Kompas.com

Warnabiru.com - Terkait meninggalnya adik Ipar Kondologit berinisial GKR karena dianiaya sesama tahanan di Polres Sorong Kota pada tanggal 27 Agustus 2020 lalu. Sebanyak 15 personil Polres Sorong dikenai sanksi oleh Polda Papua Barat.

Dilansir dari kompas.com tahanan bernisial AH yang menganiaya adik ipar Edo Kondologit resmi dijadikan tersangka karena menganiaya GKR hingga meninggal dunia.

"Polisi telah menetapkan AH sebagai tersangka dalam kasus ini, karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap GKR hingga meninggal dunia. Korban sempat dirawat selama 10 menit ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal oleh dokter," jelas Kabid Humas Pola Papua Barat, AKBP Adam Erwindi lewat Whatsapp pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Dalam kasus ini sebanyak 5 personil Sat Tahti Polres Sorong Kota diberi tiga jenis hukuman yang berupa kurungan dalam penempatan khusus di Rutan Polda Papua Barat, Penundaan pendidikan dan teguran tertulis.

5 personil Sat Tahti Polres Sorong Kota ini dianggap tidak menjalankan tugas dengan benar. Yakni menjaga tahanan sesuai prosedural karena mereka bertugas sebagai petugas piket jaga. Kelima oknum polisi tersebut adalah.

1. Iptu DT (Kasat Tahti Polres Sorong Kota).

2. Bripka R (BA Sat Tahti Polres Sorong Kota).

3. Bripka WIM (BA Sat Tahti Polres Sorong Kota).

4. Briptu IP (BA Sat Tahti Polres Sorong Kota).

5. Briptu MY (BA Sat Tahti Polres Sorong Kota).

Selain itu ada 10 oknmum polisi lainnya yang mendapatkan hukuman kurungan dan penundaan pendidikan. Bahkan dijelaskan lebih lanjut pimpinan Kanit Jatanras Polres Sorong Kota mendapatkan hukuman mutasi dengan jabatan non job.

10 oknum polisi dari Satreskrim Polres Sorong Kota yang menjalani sidang disiplin tanggal 9 September 2020 di Polda Papua Barat itu yakni.

1. Ipda TM (Kanit Jatanras Satreskrim Polres Sorong Kota)

2. Aiptu AB (Kanit Resmob Satreskrim Polres Sorong Kota).

3. Aiptu DA (BA Satreskrim Polres Sorong Kota).

4. Bripka PB (BA Satreskrim Polres Sorong Kota).

5. Aipda YT (BA Satreskrim Polres Sorong Kota).

6. Bripka F (BA Satreskrim Polres Sorong Kota).

7. Bripka AM (BA Satreskrim Polres Sorong Kota).

8. Aipda K (BA Satreskrim Polres Sorong Kota).

9. Bripka W (BA Satreskrim Polres Sorong Kota).

10. Brigpol N (BA Satreskrim Polres Sorong Kota

Sebelumnya  viral video penyanyi Edo Kondologit yang menumpahkan kekesalannya karena adik iparnya meninggal di tahanan Polresta Sorong, Papua Barat.

Video itu diunggah oleh aktivis HAM Veronica Koman di akun Twitter miliknya. Di video yang diupload pada Minggu, 30 Agustus 2020, terlihat Edo Kondologit menumpahkan kekesalannya.

Isi kekesalannya adalah perihal kematian adik iparnya di tahanan Polresta Sorong, Papua Barat. Dijelaskan dalam video yang berdurasi 2 menit 30 detik itu adik Ipar Edo Kondologit tewas dengan luka tembak dan penganiayaan.

Padahal pihak keluarga belum lama menyerahkan adik ipar Edo Kondologit itu. Namun baru enam jam diserahkan ke Polresta Sorong lelaki yang bernama Riko itu sudah tewas.

Atas hal itu pihak Polda Papua Barat berjanji akan menyelidiki kasus itu secara transparan agar lebih akurat kebenarannya. Dengan cara menerjunkan secara langsung Kabid Propam dan Dir Krimum ke Polresta Sorong.

Dalam penjelasannya pihak Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan, memberikan penjelasan. Bahwa George Karel Rumbino alias Riko dianiaya oleh sesama rekannya di tahanan. Dengan cara melakukan penganiayaan berulang - ulang terhadap Riko pada bagian dada dan wajah berulang - ulang.

Menurut AKBP Ary Nyoto Setiawan bahwa dalam penyelidikan kasusnya ini. Adik ipar Edo Kondologit cenderung tidak kooperatif seperti merebut senjata dan berusaha melarikan diri. Saat kepolisian mencari tali yang digunakan Riko menganiaya korbannya.

Dia mencoba melarikan diri dengan menabrak pintu kaca sehingga Riko mengalami luka di Kaki dan kepala. Saat menuju Pelabuhan Halte Doom, inilah Riko berusaha melarikan diri dan merebut senjata api milik petugas. Sehingga pihak kepolisian mengambil tindakan tegas terukur terhadap tersangka, kemudian tersangka dibawa ke RS Sele Be Solu untuk mendapatkan pengobatan.

Pasca diobati di rumah sakit kemudian Riko dibawa kembali ke sel tahanan Mapolres Sorong Kota. Karena Riko mengaku pusing pemeriksaan dihentikan sementara. Saat di sel itulah Riko dianiaya oleh rekannya.

Adik ipar Edo Kondologit itu sendiri tersangkut kasus pencurian dan pemerkosaan seorang nenek berinisial OKH (70) di Pulau Doom, Kota Sorong, Papua Barat.