Tinggal Selangkah Melonggarkan Pembatasan, Eh Menteri Kesehatan Jerman Nyatakan Negaranya Kritis Karena Covid-19

Sedang Populer

Jerman - Tidak lama setelah para menteri mengumumkan rencana untuk melonggarkan pembatasan Covid-19, Menteri Kesehatan Jerman, Karl Lauterbach, mengatakan bahwa negaranya saat ini tengah menghadapi situasi yang tidak menguntungkan.

Lauterbach mengungkapkan bahwa negara itu telah mencapai rekor jumlah infeksi tertinggi minggu ini, dengan demikian, menunjukkan bahwa pihak berwenang harus mempertimbangkan kembali pelonggaran pembatasan seperti dilaporkan SchengenVisaInfo serta laman Deutsche Welle, Selasa (15/3).

Dikatakan oleh menteri selama konferensi pers mingguan, kasus infeksi telah meningkat signifikan dan mereka menyebut situasinya 'kritis'.

Mempertimbangkan tingginya jumlah kematian, Lauterbach mengatakan bahwa negara perlu mengambil tindakan yang tepat karena lebih banyak orang akan meninggal dalam beberapa minggu ke depan jika jumlah infeksi terus mengalami tren kenaikan.

Lembaga yang bertanggung jawab untuk pencegahan dan pengendalian penyakit, Robert Koch Institute (RKI) telah mengungkapkan bahwa Jerman telah mendaftarkan 198.888 kasus baru yang dikonfirmasi Coronavirus, pada 14 Maret.

Banyaknya kasus aktif selama sepekan, RKI menunjukkan data lebih dari 1.585.400 kasus infeksi baru.

Selain itu, mengenai tingkat vaksinasi, data dari European Center for Disease Prevention and Control (ECDC) menunjukkan 90,4 persen dari seluruh populasi orang dewasa di Jerman telah menyelesaikan vaksinasi primer.

Selain itu, hal yang sama mengungkapkan bahwa 68,7 persen lainnya juga telah menerima dosis vaksin tambahan.

Pihak berwenang Jerman sebelumnya mengumumkan bahwa negara itu akan secara bertahap mencabut sebagian besar aturan pembatasan Covid-19 dalam negeri, Minggu 20 Maret.

Seperti hanya menerapkan ketentuan dasar, mengenakan masker, ketika mengakses transportasi umum dan institusi kesehatan, sekaligus mencabut persyaratan lain sebagai izin masuk yang valid.

Meskipun demikian, pihak berwenang telah menekankan, bahkan jika aturan dilonggarkan, negara bagian Jerman masih dapat menerapkan langkah-langkah (pembatasan) khusus untuk berbagai bidang berdasarkan tingkat risikonya.

BACA JUGA:  Tubagus Joddy Dituntut Hukuman Tujuh Tahun Penjara

Ini berarti bahwa jika suatu daerah mencatat peningkatan kasus infeksi, pihak berwenang dapat memberlakukan persyaratan vaksinasi, surat keterangan pulih (negatif), atau tes Covid-19 untuk orang-orang yang berada di area umum serta hadir dalam acara publik pada ruangan yang berbeda.

Terlepas dari aturan masuk Covid-19 domestik, Jerman juga terus menerapkan langkah-langkah pembatasan untuk pelancong yang masuk.

Jerman saat ini mengizinkan masuk ke negara itu untuk semua pelancong, asalkan memenuhi persyaratan yang berlaku.

Pelancong dari Wilayah UE/Schengen serta mereka yang berasal dari negara ketiga tertentu dapat memasuki Jerman tanpa harus mengikuti langkah-langkah tambahan asalkan mereka memiliki sertifikat vaksinasi, surat pernyataan pulih atau hasil tes yang valid.

Sedangkan di luar negara di atas, dapat masuk ke Jerman hanya jika mereka telah menyelesaikan dosis vaksinasi.

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Sedang Populer