Ternyata Generasi Jadul Lebih Hebat Dibandingkan Generasi Milenial, Ini Buktinya!

Sedang Populer

Warna Biru Media
Sumber Inspirasi dan berita terpercaya

Warnabiru.com - Banyak pendapat mengatakan bahwa generasi milenial adalah generasi terdepan, yang memiliki tingkat kehebatan diatas generasi lain. Tapi benarkah faktanya demikian?

Jika kita membandingkan generasi milenial dan generasi jadul dalam konteks teknologi, mungkin hal tersebut memang benar. Akan tetapi di sisi lainnya, ada beberapa aspek yang dimiliki oleh generasi jadul namun tidak bisa dimiliki oleh generasi milenial.

Ada juga beberapa aspek yang mampu dilakukan generasi jadul namun tidak bisa dilakukan oleh generasi milenial. Hal tersebut menjadi salah satu titik yang akan membuat kita berpikir ulang tentang kehebatan generasi milenial.

Benarkah generasi milenial sangat hebat? Ataukah justru lebih hebat generasi jadul dibandingkan generasi milenial? Lantas, apa kehebatan generasi jadul dibanding generasi milenial? Ungkap faktanya berikut ini!

Kehebatan Generasi Jadul Dibandingkan Generasi Milenial

Baca juga: Tebarkan Senyuman Setiap Hari, Anda Bisa Merubah Dunia

1. Kemampuan bertahan hidup

Hal pertama yang menjadi kelebihan generasi jadul dibandingkan generasi milenial adalah kemampuan mereka untuk survive atau bertahan hidup. Jika kita menantang kedua generasi ini untuk survive, pastinya generasi dulu lebih mampu mengolah otak tentang bagaimana mereka bisa bertahan hidup dengan alam tanpa adanya uang dibandingkan generasi milenial.

Sementara generasi milenial akan lebih berpikir tentang bagaimana dirinya hidup jika tidak punya uang? Bagaimana ia bisa makan jika tidak punya uang?

Hal tersebut berkaitan dengan mindset generasi milenial di era teknologi dimana mereka lebih suka dengan sesuatu yang instan. Mereka tidak suka proses membuat sesuatu karena mereka lebih suka mencari uang untuk mendapatkan sesuatu.

Karenanya, jika kedua generasi ini ditantang sama – sama bertahan hidup tanpa uang, bisa dipastikan generasi zaman dulu akan lebih mampu untuk menyelesaikan tantangan tersebut.

BACA JUGA:  Begini Curhat Dorce Gamalama Kepada Gus Dur Terkait Kondisi Dirinya

Dalam bidang pengetahuan

Era dulu dengan era sekarang memang lebih maju era sekarang. Semua orang bisa pandai karena adanya internet. Belajar pun lebih mudah dengan adanya akses internet.

Akan tetapi pernahkah kita berpikir bagaimana orang zaman dulu mencari informasi tanpa adanya internet?

Sementara tanpa internet pun orang zaman dulu masih bisa menyelesaikan semua masalahnya baik dalam masalah yang berkaitan dengan bidang perdagangan, pertanian, mekanik, atau yang lainnya. Hal tersebut karena rasa ingin tahu, rasa ingin mendapatkan sesuatu dan rasa berjuang orang zaman dulu atas apa yang diinginkannya sangat gigih.

Orang zaman dulu juga lebih kreatif pada akhirnya dengan menciptakan berbagai terobosan baru untuk menyelesaikan masalahnya karena teknologi masih sangat sederhana dibandingkan generasi sekarang ini.

Kebijakan saat mengambil keputusan

Adab menyelesaikan masalah generasi sekarang dengan generasi dulu memang sangat berbeda. Generasi dulu lebih memilih untuk menyelesaikan setiap masalah dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat.

Sementara generasi sekarang lebih mengandalkan logika, emosi dan spontanitas dibandingkan bermusyawarah. Hal tersebut karena interaksi antar sesama manusia di era modern sekarang ini sudah sangat terbatas. Komunikasi pun pada akhirnya sangat minim, bahkan antar keluarga sekalipun. Hal tersebut juga terjadi karena lebih banyak orang mengutamakan interaksi smartphone dan asyik dengan dunianya sendiri.

Dibidang agama

Dengan adanya teknologi yang membuat semua orang semakin asyik dengan dunianya sendiri, semakin banyak orang yang lalai dan mengesampingkan pentingnya agama. Padahal agama merupakan landasan bagi kehidupan manusia. Karena itu, di era sekarang ini semakin jarang orang yang paham tentang agama.

Jiwa patriot dan nasionalisme

Perilaku hidup hedon yang berkembang menjadikan banyak orang menghalalkan segala cara untuk meraih apa yang mereka mau. Karena itu kita bisa menyaksikan fenomena yang berkembang dimana banyak orang yang memanfaatkan jabatan potensialnya untuk mengeruk keuntungan dibandingkan memanfaatkan jabatannya untuk berkorban dengan rasa patriotik dan nasionalismenya.

BACA JUGA:  Tebarkan Senyuman Setiap Hari, Anda Bisa Merubah Dunia

Jadi, generasi milenial memang dikenal dengan kehebatannya dalam urusan teknologi dan cara berpikir, namun harus diakui juga bahwa orang zaman dulu mempunyai kebijaksanaan yang harus dipelajari oleh generasi milenial. Karena antara kepandaian, agama dan moral harus berjalan beriringan.

 

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Berita Terbaru

Sedang Populer