Muzaffer Kayasan, Pria Turki 14 Bulan Positif Covid 19 Karena Leukemia

Sedang Populer

[quads id=8]

Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu di New England Journal of Medicine, menyebutkan pasien virus corona dengan imunosupresi berisiko mengalami infeksi berkepanjangan disertai sindrom pernafasan akut yang parah.

Leukemia & Lymphoma Society juga menunjukkan data, satu dari empat pasien kanker darah, tidak terdeteksi menghasilkan antibodi bahkan setelah menerima dua suntikan vaksin.

Serap Simsek Yavuz, dokter yang menangani Kayasan sekaligus profesor penyakit menular dan mikrobiologi klinis di Universitas Istanbul.

Berujar jika pasiennya tersebut merupakan kasus terlama yang pernah diketahui dan pihaknya terus memantau dengan intensif untuk setiap risiko varian yang bermutasi.

“Karena kasus seorang pasien yang dinyatakan positif Covid-19 selama 441 hari tidak setiap hari kita dengar,” papar Cagri Buke, dokter penyakit menular dan mikrobiologi klinis di Rumah Sakit Acibadem dalam kesempatan terpisah.

Karena selama tes hasilnya selalu positif membuat dirinya tidak memenuhi syarat untuk menerima vaksin.

Dan itu sudah sesuai dengan pedoman yang berlaku di negara tersebut, pasien positif harus menunggu pemulihan penuh untuk menerima suntikan vaksin.

Apa saja yang dirasakan Kayasan? Ia harus kehilangan indra perasa dan penciumannya.

Mendapati peristiwa pilu yang dialami sang ayah, Gokhan Kayasan, putranya berujar jika sudah lama mengenal ayahnya sebagai sosok yang selalu positif, namun tidak tidak menyangka jika positif yang satu ini harus membuat Kayasan terpisah dari sanak keluarga di usia senjanya.

“Ayah ibarat terjebak pada persimpangan lampu merah dan tidak bisa melewatinya,” pungkas Gokhan.

[quads id=8]

 

BACA JUGA:  Bisa Tukar Uang Lewat Drive Thru Di Bank Indonesia Surabaya, Catat Jadwalnya

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer