Menteri KKP, Edhy Prabowo Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK

Detik.com

Warnabiru.com - Secara resmi pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo sebagai tersangka. Penetapannya bersama 6 tersangka lainnya terkait ekspor benih lobster.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolangu saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

"Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaiamana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara,
KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait dengan perzinan tambak, usaha atau pengelolaan perikanan atau komuditas perairan sejenis lainnya tahun 2020," jelasnya pada Rabu, 25 November 2020.

Dibawah ini pihak tersangka dari pihak pejabat negara.

1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Sedangkan tersangka yang diduga sebagai pemberi suap dari pihak swasta adalah Suharjito sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Dilansir dari detik.com terkait penepatan dirinya sebagai tersangka Edhy Prabowo menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Joko Widodo.

"Pertama saya minta maaf kepada bapak presiden, saya telah mengkhianatai kepercayaan beliau. Minta maaf ke pak Prabowo Subianto, guru saya yang sudah mengajarkan banyak hal," ucap Edy Prabowo di Gedung KPK pada Kamis, 26 November 2020.

Selain itu Edhy Prabowo juga meminta maaf kepada ibu dan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya mohon maaf kepada ibu saya yang saya yakin hari ini nonton di TV. Dalam usianya yang sudah sepuh ini beliau tetap kuat. Saya masih kuat dan saya akan bertanggung jawa terhadap apa yang terjadi," ucap Edhy Prabowo

"Kemudian saya juga mohon maaf pada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kelautan dan Perikanan yang mungkin banyak terkhianati, seolah - olah saya pencitraan di depan umum, itu tidak, itu semangat. Ini adalah kecelakaan yang terjadi, dan saya bertanggung jawab terhadap ini semua," tambah Edhy Prabowo.

Barang bukti dalam kasus ini adalah ATM Bank, tas hermes, baju olv Navy, jam Rolex, jam Jacob n Co, Tas Kopes Tumi, Tas Koper lV dan Sepeda Balap Speciallized tipe S-Work.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). diduga penangkapan ini terkait korupsi ekspor benih lobster.

Dalam penangkapan yang dilakukan pasca kepulangannya dari Amerika Serikat ini dia diamankan di Bandara Soekarno - Hata, Tangerang, Banten.

Penangkapan ini terjadi pada Rabu, 25 November 2020. Dalam penangkapan ini turut pula penyidik KPK Novel Baswedan. Sebelum ditangkap diketahui Edhy Prabowo menggunakan maskapai All Nippon Airwayas.  Saat turun dari mulut pesawat itulah dia ditangkap KPK.

Selain mengamankan Edhy Prabowo ditangkap pula istrinya Lis Rosita Dewi yang juga merupakan anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat. Terdapat pula pejabat lainnya yang ditangkap KPK. Mulai dari pegawai swasta dan pejabat di Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Sambil menunggu pemeriksaan Edhy Prabowo selama 1 X 24 Jam. Pihak KPK menyambi kantor dan rumah dinas Edhy Prabowo. Dimana alamat rumah dinas Edhy Prabowo berada di Jalan Widya Chandra V No 26, Jakarta Selatan.