Kronologi Pembunuhan Sadis Terhadap Pasutri di Tegal

https://news.detik.com/

Warnabiru.com - Polres Tegal, Jateng menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap pasutri Handi Purwanto (30) dan istrinya Citrawati (25). Korban adalah warga Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Pelaku pembunuhan sadis yang terjadi pada Rabu 29 Juli itu adalah Ade Setiawan (30) rekan bisnis Handi Purwanto.

Pelaku tega membunuh korban karena sakit hati terhadap Citrawati. "Saya khilaf. Sebenarnya yang mau dibunuh itu istrinya (Citrawati). Saya emosi, dia selalu melontarkan kalimat kasar dan merendahkan. Saya disamakan maling sama penipu," ucap tersangka di Mapolres Tegal pada Senin 4 Agustus 2020.

Hal tersebut dikuatkan oleh penjelasan Kapolres Tegal, AKBP Muhamad Iqbal Simatupang. "Jadi target utamanya adalah istri. Tapi saat datang disitu ada suami di rumah. Pelaku marah ingin menghabisi istri karena ada komunikasi yang membuat marah. Di mana ada kata - kata kasar dari istri ( korban Citrawati)," ucap AKBP Muhamad Iqbal Simatupang.

Oleh AKBP Muhammad Iqbal Simatupang dijelaskan bahwa pelaku telah berencana membunuh Citrawati." Pelaku datang pukul 22.00 saat konter sudah tutup. Dia datang dengan membawa sebilah golok dan bensin," ucap Kapolres Tegal itu.

Ditambahkan oleh Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Heru Sanusi menjelaskan bahwa pelaku mengira Citrawati sendiri di rumah. "Awalnya pelaku menantakan keberadaan Handi. Dia berpura - pura telpon Hendi dan dijawab oleh Handi bahwa dia akan keluar rumah untuk isi saldo pulsa. Jawaban ini langsung direspon Ade dengan mendatangi TKP sambil membawa bensin dan sebilah golok. Dikira pelaku, Citrawati sendirian di rumah karena ditinggal Handi." Ujar AKP Heru Sanusi.

Ternyata saat tersangka di rumah korban Handi masih dirumah. Sebab yang mengurus salso pulsanya adalah karyawan. Kemudian tersangka dan Handi mengobrol di lantai atas sambil minum kopi. Saat asyik mengobrol itulah Citrawati melontarkan kalimat kasar kepada pelaku.

"Istri Handi kerap naik turun dan melontarkan kata - kata kasar kepada pelaku. Karena tidak kuat menahan emosi, pelaku menampar Citrawati di hadapan suami (Handi)," jelas AKP Heru Sanusi.

Akibatnya terjadi pertengkaran antara tersangka dengan Handi. Kemudian tersangka turun untuk mengambil golok yang dia simpan sebelumnya. Kemudian golok itu digunakan untuk menyerang Handi. Akibatnya Handi terkapar bersimbah darah.

BACA JUGA: Pelecehan Seksual Dukun Dengan Modus Memasukkan Telur Ke Kemaluan Korban Terungkap

"Melihat kondisi suaminya itu, Citra berusaha melarikan diri. Tapi Citra dikejar pelaku sambil terus menyerang dengan golok berkali - kali hingga luka parah," ucap AKP Heru Sanusi.

Citra yang berhasil melarikan diri hingga teras rumah berteriak minta tolong kepada tetangga. Saat tetangga berdatangan untuk membawa korban ke rumah sakit pelaku melarikan diri. Namun tiga jam setelah kejadian itu pelaku ditangkap. Selain itu diamankan pula barang bukti berupa golok, pakaian korban dan satu jerigen bensin.