Kaburnya Narapidana Bandar Narkoba Asal Cina Dari Lapas Kota Tanggerang

Jakarta.suara.com

Warnabiru.com - Narapidana dalam kasus narkoba bernama Cai Changpan melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Kota Tanggerang. Pelarian bandar narkoba asal Cina itu dilakukan pada Jumat, 18 September 2020. Atas peristiwa ini pihak kepolisian dan aparat terkait tengah menyelidiki kasus ini.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto.

"Kami sedang melakukan penyelidikan apakah ada kesengajaan atau tidak. Ini kami sudah lakukan interogasi ambil keterangan beberapa, empat orang pegawai dari lapas dan satu orang sipil," jelas Kombes Sugeng Haryanto pada Senin, 21 September 2020.

Pelarian itu cukup fenomenal karena tersangka menggunakan perkakas untuk menggali lubang menuju gorong - gorong. Hal tersebut bersamaan dengan proyek pembangunan dapur di dalam Lapas Kelas 1 Kota Tangerang.

Meskipun bersamaan dengan proyek pembangunan dapur. Namun pihak kepolisian belum memastikan apakah ada keterlibatannya atau tidak dengan proyek pembangunan dapur tersebut.

"Belum berani memastikan itu, sedang kami dalami apakah memang ada keterlibatan orang dalam, kerjasama dengan pihak mana, itu masih dialami," jelas Kombes Sugeng Haryanto.

Dalam kasus ini pihak kepolisian bergerak cepat dengan menyelidiki orang - orang terdekat bandar narkoba yang divonis hukuman mati itu.

"Ada beberapa sudah dimintai keterangan, dari petugas lapas itu sendiri dan napi yang satu sel dengan bersangkutan." Jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada Senin, 21 September 2020.

Dari pengakuan narapidana yang satu sel dengan Chai Changpan ternyata dia sudah merencanakan aksi melarikan diri ini sejak enam bulan lalu. Aksi itu bersamaan dengan pembangunan dapur Lapas. Diduga Chai Changpan memanfaatkan peralatan dari pembangunan dapur lapas itu untuk melarikan diri.

"Memang di dalam sel lapas itu sedang ada pembangunan dapur. Beberapa alat sudah kita sita," jelas Kombes Yusri Yunus.

Pihak kepolisian juga membentuk tim untuk menyelidiki kasus pelarian Chai Changpan ini. Akan dilakukan penyelidikan secara menyeluruh agar pihak yang terlibat dapat diketahui.

"Kita bentuk tim untuk penyelidikan, Apakah ada kemungkinan keterlibatan yang lain, nanti kita tunggu saja hasilnya seperti apa," jelas  Kombes Yusri Yunus.

Dimana tim khusus tersebut merupakan gabungan dari anggota kepolisian dan petugas lapas yang terkait.

"Kita sudah bentuk tim bersama - sama baik itu dari Polda Metro Jaya, Polres Tangerang dan lapas untuk bekerja bersama - sama," ucap Kombes Yusri Yunus.

"Kami Hari Jumat sore yang lalu menerima laporan dengan tim dari Lapas Tangerang kemudian tim sudah bergerak. Cuma saya tidak bisa membeberkan seperti apa teknis yang dilakukan," sambung Kombes Yusri Yunus.

Atas pelarian Chai Changpan ini pihak Direktorat Jendral Pemasyarakatan sudah melakukan upaya cekal terhadap pelaku. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jendral Pemasyarakatan, Rika Aprianti.

"Kami sudah mengajukan surat (pencekalan) ke Direktur Jendral Imigrasi sejak 18 September," jelas Rika Aprianti kepada kompas.com pada Selasa, 22 September 2020.

Oleh karena itu pelaku yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina ini akan masuk daftar cekal berpergian ke luar negeri.

"Yang bersangkutan masuk daftar pencekalan orang. Sudah masuk daftar pencekalan," jelas Rika Aprianti.