Hindari Jenis Makanan Berikut Agar Imun Tidak Turun

Sedang Populer

Warnabiru.com - Slogan yang sering kita dengar selama pandemi berlangsung, minum vitamin ini itu serta jaga kondisi agar imun tidak turun.

Akan tetapi, rasanya kurang lengkap jika tidak didukung kesadaran, apa yang kita makan sehari hari juga bisa berpengaruh terhadap daya tahan tubuh

Andriyanto Ketua Umum PP AsNI (Asosiasi Nutrisionis Indonesia), seperti dikutip dari laman Basra Kumparan, Kamis 17 Februari, menuturkan, jenis makanan yang lebih cepat menurunkan imun adalah makanan yang pro inflamasi, penyebab radang.

Varian Covid-19 akan dengan mudah menyerang tubuh terutama anak-anak. Jika di dalam sel tubuhnya terdapat banyak radang.

Andriyanto kemudian menambahkan alasan, kasus komorbid atau lansia tertular virus corona karena di dalam tubuh mereka banyak sel-sel yang mengalami radang.

Dan, makanan yang tergolong pro inflamasi, yang banyak mengandung logam berat, penyebab kanker atau karsinogenik. Misalnya makanan yang digoreng dengan jelantah.

Ketika seseorang sehari hari-nya suka mengkonsumsi makanan yang digoreng dengan jelantah. Staf Ahli Gubernur Jatim tersebut berujar, banyak mengandung logam berat.

Ketika masuk ke dalam tubuh akan sulit dicerna, sehingga bisa mengganggu proses oksidasi maupun metabolisme tubuh seseorang.

Untuk itu, disarankan untuk menghindari makanan jenis goreng-gorengan selama masa pandemi, terutama yang dijual di pinggir jalan.

Pasalnya, penjual gorengan pinggir jalan kebanyakan menggunakan minyak jelantah, yang dipakai berulang kali sehingga warnanya kehitaman.

"Seandainya, kok pengen makan gorengan, ya sudah tinggal bikin sendiri di rumah, pakai minyak yang baru. Minyak goreng akan menjadi minyak jelantah apabila pemakaiannya lebih dari 3 hingga 4 kali penggorengan," paparnya.

Daftar makanan yang cenderung dapat menurunkan imunitas selanjutnya, yang mengandung bahan pengawet seperti pemanis buatan serta pengawet yang tinggi glutamat nya.

BACA JUGA:  MRT Jakarta Percepat Proyek Pembangunan di Tiga Titik

Selama monosodium glutamat tidak kebanyakan tidak masalah. Hanya saja makanan yang dijual di pinggir jalan ataupun makanan cepat saji, dianggap Andriyanto terlalu banyak monosodium glutamat-nya.

Zat pengawet lain yang perlu diperhatikan, tinggi logam beratnya, seperti boraks.

"Hati-hati membelikan makanan untuk anak-anak, cilok dan sejenisnya. Karena ada dugaan, jajanan tersebut menggunakan boraks sebagai pengenyal. Sedangkan boraks adalah bijih besi ketika masuk dalam tubuh tidak bisa dibuang keluar dan mengganggu metabolisme. Satu lagi, waspadai juga pengawet berupa pewarna buatan," pungkasnya.

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Berita Terbaru

Sedang Populer