Hakim Menolak Nota Keberatan dan Penangguhan Penahanan Jerinx

Sedang Populer

hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Warnabiru.com - Secara resmi majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, menolak penanggulangan penahanan terhadap I Gede Ari Astina atau lebih dikenal sebagai Jerinx SID pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Hal itu dibenarkan tim kuasa hukum Jerinx, saat menanyakan penangguhan penahanan Jerinx setelah hakim membaca putusan sela di sidang yang dilaksanakan daring itu.

"Mengadili, 1 menyatakan keberatan dari penasihat hukum terdakwa tersebut tidak diterima, 2 memerintahkan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan perkara nomo 828 pidsus/2020/PN-Denpasar atas nama I Gede Ari Astina alias Jerinx tersebut di atas, menangguhkan biaya perkara sampai dengan putusan akhir," putus Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Hakim.

Majelis hakim memutuskan untuk proses sidang berikutnya akan dijalankan dengan tatap muka.

BACA JUGA: Jerinx Walk Out di Persidangan Namun Jaksa Tetap Bacakan Tuntutan

"Setelah kami bermusyawarah dengan melihat perkembangan - perkembangan selama ini, ya untuk pemeriksaan saksi dan terdakwa persidangan perlu dilakukan secara offline," jelas Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Hakim.

Pasca mendengarkan putusan sela majelis hakim, tim kuasa hukum Jerinx menanyakan status upaya permohonan penangguhan penahanan Jerinx.

"Terkait dengan permohonan kami, Yang Mulia terkait dengan penangguhan penahanan, karenakan sidang sudah berjalan hampir dua bulan. Kami kira Yang Mulia sudah melakukan musyawarah mohon diberikan jawaban terkait permohonan penangguhan penahanan, Yang Mulia," pinta tim penasihan hukum Jerinx.

Dikarenakan masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Maka majelis hakim memutuskan untuk menolak penangguhan Jerinx.

"Ya karena masih dibutuhkan untuk pemeriksaan perkaranya dan hingga saat ini masih tetap harus berada dalam tahanan," kata Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Hakim.

"Ditolak begitu, Yang Mulia ?"Tanya tim penasihat hukum Jerinx.

"Ia, itu pendapat dari majelis hakim," jelas Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi.

BACA JUGA:  Ledakan Besar di Beirut Lebanon yang Menghancurkan

Kasus berawal saat postingan Jerinx di Instagram terkait ujaran 'IDI kacung WHO' suami dari Nora Alexandra ini dipolisikan oleh IDI pada tanggal 16 Juni 2020. Pihak pelapor adalah Ketua IDI wilayah Bali I Gede Putra Suteja.

Hal tersebut membuat Jerinx dijerat  Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) dan pasal 310 KUHP dengan ancaman penjara enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Sidang pertama kasus ini dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2020. Dimana sidang itu akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Denpasar secara daring.

BACA JUGA: Mosi Tidak Percaya Diajukan ke DPR dan Pemerintah Terkait UU Cipta Kerja

Dalam sidang perdananya pihak Jerinx 'SID' menyatakan keberatan dan menolak sidang daring yang dia jalani. Karena suami dari Nora Alexandra itu mengaku haknya dirampas.

"Maaf Yang Mulia saya tetap menolak sidang secara online karena saya merasa hak - hak saya tidak diwakili sepenuhnya melalui sidang ini. Karena yang mulia tidak bisa gestur saya tidak bisa membaca bahasa tubuh saya, sehingga kemungkinan keputusan - keputusan nanti kurang tepat," ucap Jerinx melalui daring di Polda Bali, Kamis, 10 September 2020.

Namun sidang tersebut tetap dilaksanakan secara daring. Sehingga Jerinx beserta 12 kuasa hukumnya menolak pelaksanaan sidang daring tersebut. Ditunjukkan dengan sikap meninggalkan persidangan.

Menurut pihak Jerinx pelaksanaan sidang secara daring yang dilakukan oleh pengadilan dianggap melanggar KUHP dan UUD Kehakiman. Sebab membuat Jerinx tidak mendapatkan haknya untuk pengadilan bebas dan tidak memihak. Karena dalam undang - undang dijelaskan bahwa terdakwa wajib hadir secara fisik dalam proses peradilan

BACA JUGA:  Presiden Mali Dikudeta Oleh Militer
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Berita Terbaru

Sedang Populer