Begini Tips Merencanakan Pernikahan, Step Membangun Impian Yang Ideal

Sedang Populer

Warnabiru.com – Menikah bagi kebanyakan orang, ibarat impian, indah untuk dibayangkan. Namun begitu sampai tahap merencanakan pernikahan yang ideal, agar semuanya terealisasi dengan baik, belum tentu semua orang bisa.

Jika tidak melihat kondisi, siapa yang tidak ingin, menikah dengan biaya sendiri tanpa bantuan orang tua.

Untuk itu, seperti dilansir dari laman KBR, Sabtu 12 Februari, Perencana Keuangan Lolita Setyawati, sebelum mengumpulkan uang, pasangan calon pengantin harus menyusun prioritas.

[quads id=8]

“Kalau sudah sampai pintu jenjang pernikahan, sebaiknya mulai memilah, mana kebutuhan dan keinginan, yang prioritas dan bukan. Dan mulai tanamkan pemikiran kalau menikah kebutuhan, syukuran dan pesta pernikahan merupakan keinginan,” jelasnya.

Untuk itu, pasangan harus mengukur kemampuan finansial di saat hendak merencanakan pernikahan. Pastikan pula komponen penting pada pernikahan masuk daftar prioritas yang utama.

Seperti untuk pengurusan saat di KUA, pembelian mas kawin, kegiatan awal sebelum menikah seperti lamaran dan pengajian, syukuran kecil, yang hanya keluarga atau teman dekat yang datang.

Kalau sudah ada gambaran seperti itu, baru ketemu, kemampuan kita seperti apa, bisa tidak menjangkaunya. Sedini mungkin mulai menabung agar tidak terasa berat di kemudian hari.

Lolita yang juga founder PT Daya Uang Indonesia Tangguh menuturkan waktu yang tepat untuk menabung, ya sejak seseorang mempunyai penghasilan sendiri.

“Ketika sudah bekerja, pastinya menikah adalah, secara otomatis jadi rencana jangka panjang yang pasti. Mulai sisihkan sedikit demi sedikit untuk biaya pernikahan nanti,” lanjutnya.

[quads id=8]

Kalau dana yang disisihkan ada lebih, selain menabung tiap bulan bisa mempertimbangkan juga investasi.

Bisa lewat reksadana maupun saham, agar uang yang ditabung tak tergerus inflasi.

BACA JUGA:  Izin Penggunaan Vaksin Merah Putih Diperkirakan Keluar Agustus 2022

“Misalnya masih 5 tahun lagi, bisa langsung diinvestasikan. Kalau yang profil risikonya agresif mungkin bisa reksadana saham atau langsung ke saham. Kalau yang moderat mungkin bisa ke obligasi atau reksadana pendapatan tetap, emas. Yang profil risikonya konservatif bisa memilih ke reksadana pasar uang atau deposito,” tandasnya.

Alumni Universitas Denver tersebut juga berpesan agar berhati-hati menggunakan layanan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang dikeluarkan oleh bank untuk membiayai pernikahan. Sebab, KTA justru akan memberatkan pengantin setelah selesai resepsi.

“KTA itu utang dengan bunga yang sangat tinggi, termasuk pinjol kategorinya. Pernikahan yang kelihatannya mewah ternyata dibiayai oleh hutang yang notabene, harus kita lunasi, tentu bukan perkara mudah,” ucapnya.

Pada dasarnya, pernikahan impian dapat terwujud jika direncanakan dengan matang, jangan sampai, uang habis hanya untuk biaya resepsi.

“Pesta pernikahan itu semacam potret atas suatu event atau kejadian. Jangan lupa, hidup terus berjalan dan setelah itu kita masih banyak kebutuhan lainnya usai resepsi nanti,” pungkasnya.

[quads id=8]

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer