Aksi Heroik Gadis Cilik Tembak Tiga Anggota Taliban di Afghanistan

/jogja.tribunnews.com

Warnabiru.com - Pasca pendudukan Amerika Serikat di Afghanistan sejak tahun 2001 membuat Taliban melakukan gerilya. Namun dengan pelan tapi pasti Taliban menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan. Dibuktikan saat milisi Taliban ini menyerbu Desa Geriveh, Provinsi Hor Tengah. Mereka menyerbu rumah seorang kepala desa yang dikenal pro pemerintah Aghanistan.

Saat melihat istri kepada desa itu Taliban langsung menembaknya. Tidak puas kemudian mereka masuk rumah dan menembak si kepala desa. Melihat kedua orang tuanya dieksekusi membuat Qamar Gul anak dari mereka marah. Perempuan berusia 16 tahun itu kemudian mengambil senapan ayahnya dan menembak mati tiga anggota Taliban itu. Sehingga terjadilah tembak - menambak antara anggota Taliban dengan Qamar Gul.

Untungnya setelah baku tembak cukup lama tetangga Qamar Gul yang pro pemerintah membantunya. Sehingga anggota Taliban melarikan diri. Setelah peristiwa itu Qamar Gul dan saudaranya dibawa ke ibu kota provinsi. Mereka syok dan tidak bisa bicara selama beberapa hari. Sebagai pujian atas tindakan heroiknya dia dipanggil ke Istana untuk bertemu dengan Presiden Ashraf Ghani.

Konflik Taliban dengan pemerintah Afghanistan yang didukung Amerika Serikat semakin memanas. Paling tidak sebanyak 100.000 warga Afghanistan tewas akibat konflik kedua kubu sejak tahun 2001. Karena Taliban secara teratur membunuh mereka yang dicurigai pro pemerintah.

Kisah perlawanan terhadap pemberontak yang dilakukan oleh seorang perempuan tidak hanya dilakukan oleh Qamar Gul. Seperti yang dilakukan oleh para perempuan Kurdi. Karena di tahun 2014 saat pemberontak ISIS berkuasa banyak perempuan Kurdi yang ditangkap. Kemudian mereka dieksploitasi secara seksual maupun diperjual belikan. Namun setelah pemberontak ISIS dikepung militer Irak dan militer Suriah para wanita Kurdi ini berhasil melarikan diri. Kemudian melakukan perlawanan kembali kepada pemberontak ISIS yang telah menganiaya mereka.

Tokoh wanita Kurdi yang paling terkenal perlawanannya terhadap pemberontak ISIS adalah Joanna Palani. Perempuan berwajah cantik ini menempatkan dirinya sebagai sniper.

Konon dia telah menembak mati 100 orang anggota pemberontak ISIS. Tidak heran jika sepat dilaporkan bahwa kepalanya dihargai sebesar Rp.14 miliar bagi siapa saja yang bisa menangkapnya.

Dia masuk dalam pejuang Kurdi yang membebaskan perempuan Yazidi dari penyekapan pemberontak ISIS.

Perlawanan mengerikan lainnya juga dilakukan oleh perempuan bernama Wahid Mohames Al-Jumaily yang memimpin perlawanan terhadap pemberontak ISIS. Dia balas dendam terhadap pemberontak ISIS karena anggota keluarganya dibunuh pemberontak ISIS dengan kejam. Suami, ayah dan tiga saudara laki - lakinya dibunuh pemberontak ISIS. Bahkan menantu prianya dipotong kedua kakinya oleh pemberontak ISIS sebelum dieksekusi. Dia membalas dendam dengan cara memenggal kepala anggota pemberontak ISIS dan memasaknya. Dia mengaku sudah melakukan hal itu kepada 18 anggota pemberontak ISIS. Hal itu dibuktikan di postingan Facebook miliknya yang memperlihatkan potongan kepala,  dua potong kepala di periuk dan jasad - jasad yang sudah hangus terbakar.

 

Komentar